Recently Published
Most Viewed
Journal article

Pengukuran Suhu Pembakaran di dalam Boiler: Pirometer Akuistik Vs Pirometer Infared

Pirometer akuistik adalah salah satu jenis alat ukur suhu yang non-intrusive dan andal untuk digunakan didaerah yang memiliki temperatur yang tinggi, korosif dan kotor dibandingkan denganalat ukur jenis contact measurement. Dalam tulisan ini akan dibandingkan hasil pengukuran temperatur di daerah furnace exit gas temperatur (FEGT) dengan menggunakan pirometer akuistik(PA) dan pirometer infrared (IR) di boiler unit # 4 PLTU Suralaya. Hasil komparasi menunjukkan bahwa perbedaan pengukuran temperatur dengan menggunakan PA adalah 56°C atau 5%,
Journal article

Pengaruh Fouling terhadap Laju Perpindahan Panas pada Superheater Boiler Cfb Pltu Sebalang

Salah satu unit yang paling penting dalam produksi uap pada PLTU adalah boiler. Salah satu boileh jenis PLTU sering digunakan adalah boiler tipe CFB (Circulating Fluidized Bed), dan jenis bahanbakar batu bara yang digunakan banyak mengandung zat basa. Superheater merupakan salah satu komponen terpenting pada boiler. Superheater berfungsi untuk memanaskan uap agar kandungan energi panas dan kekeringannya bertambah sehingga menjadi uap superheat. Permasalahan yang sering terjadi pada superheater yaitu penumpukan abu (fouling) yang terjadi pada tube superheater tersebut. Unsur yang paling berpengaruh pada fouling adalah material basa terutama kadar Na2O. Bila kadar abu batubara banyak, kemudian unsur basa dalam abu juga banyak, ditambah kadar Na2O yang tinggi, maka fouling akan mudah terjadi. Kadar sulfur yang tinggi cenderung mendorong timbulnya fouling. Fouling dapat menyebabkan penurunan laju perpindahan panas antara flue gas dengan steam pada superheater. Potensi fouling dapat diukur menggunakan suatu persamaan, tetapi persamaan tersebut hanya memperhitungkan chemical composition dari batubara tersebut. Dari penelitian diperoleh hasil terjadi penurunan laju perpindahan panas untuk high temperature superheater dari sootblowing satu ke sootblowing selanjutnya sebesar 511,8458 kW atau sekitar 3,012%. Sedangkan penurunan laju perpindahan panas untuk low temperature superheater dari sootblowing satu ke sootblowing selanjutnya sebesar 3421,506 kW atau sekitar 13,028%. Unsur yang paling berpengaruh pada fouling adalah material basa terutama Na, yang dalam hal ini kadar Na2O. Potensi terjadinya fouling yang dihitung dari data analisis fly ash menunjukkan nilai potensi fouling sebesar 4,0069 yang masuk dalam kategori potensi fouling tinggi pada fly ash lignit.
Suggested For You
Journal article

Pengembangan Model Perencanaan Alokasi Pesanan pada Fungsi Koordinasi Produksi untuk Meminimasi Biaya Produksi dan Biaya Pengiriman

In many real situations, the estimated demand is very uncertain. This uncertainty has the tendency to greater degree for next coming period of time. Inefficiency of order management can give impact to customer service, order cycle time and operational costs for an order. Order management is a series of related to the management of customer orders using the standard order document. The main focus of this research is the development model of the planning system in coordination function to allocate production orders into the use of different capacities. The test uses three different distribution and calculating the total cost for 30 periods. The goal is to achieve an efficient and effective system taking into account the availability of generating capacity and minimize total costs of production and delivery. Based on experiments with a number of orders, the calculation of the total cost of the proposed method in accordance with the total cost equation. The total cost of the trial simulation on each distribution is influenced by the number of demands in each period.
Read more articles