Recently Published
Journal article

Pengaruh Thrust Deduction Factor dan Wake Fraction terhadap Efisiensi Propulsi Akibat Perubahan Draft Kapal

Kajian Sinkronisasi Mesin Utama dan Propeller pada Kapal Perikanan Pasca Reparasi (Studi Kasus Km. Nelayan 2017-572)

Vol 15 No 2

Pemodelan Tinggi Gelombang untuk Kajian Energi Gelombang Laut di Perairan Barat Provinsi Lampung

Kekuatan Fiberglass Reinforced Plastic (Frp) sebagai Bahan Gading Kapal Kayu

Journal article

Kajian Teknis Kebutuhan Armada Kapal untuk Sistem Logistik Lng Menggunakan Iso Tank Kontainers di Wilayah Maluku

Journal article

Analisis Respon Gerak Floating Crane Barge untuk Decommissioning Struktur Lepas Pantai

Journal article

Analisis Tegangan Regangan Pada Pelat Deck Dan Bottom Kapal Ferry Ro-ro Menggunakan Finite Element Method

Journal article

Studi Eksperimen Model Water Flow Deflector untuk Meningkatkan Performa Turbin Arus Laut Tipe Vertikal pada Kecepatan Arus Rendah

Journal article

Kajian Teknis Kebutuhan Armada Kapal untuk Sistem Logistik Lng Menggunakan Iso Tank Kontainers di Wilayah Maluku

Journal article

Analisis Respon Gerak Floating Crane Barge untuk Decommissioning Struktur Lepas Pantai

Journal article

Analisis Tegangan Regangan Pada Pelat Deck Dan Bottom Kapal Ferry Ro-ro Menggunakan Finite Element Method

Journal article

Studi Eksperimen Model Water Flow Deflector untuk Meningkatkan Performa Turbin Arus Laut Tipe Vertikal pada Kecepatan Arus Rendah

Most Viewed
Journal article

Menentukan Sudut Puncak Mata Bor pada Proses Drilling Model Strut Propeller

Dalam menentukan sudut puncak mata bor dituntut keseragaman sisi-sisi potong dan besarnya sudut yang dibentuk pada ujung mata bor yang sesuai dengan sudut-sudut mata bor. Pembentukan mata bor, pada sudut puncak mata bor yaitu untuk mendapatkan ketajaman mata potong. Dari dasar tersebut maka, sudut-sudut mata bor berguna untuk menentukan sudut yang sesuai dengan tujuan menghasilkan benda kerja (strut) dengan nilai tingkat kehalusan dan presisi. Jadi hasil dari pembentukan sudut puncak mata bor, maka sudut puncak mata bor harus simetris untuk mendapatkan lubang strut benar benar bulat
Journal article

Persamaan Energi untuk Perhitungan dan Pemetaan Area yang Berpotensi untuk Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut

Gelombang laut merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) secara umum bekerja dengan mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi mekanik, kemudian energi mekanik tersebut selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik. Perhitungan energi gelombang laut membutuhkan persamaan yang mampu menghubungkan antara parameter gelombang laut yang diukur secara langsung dengan parameter energi rata-rata gelombang laut tersebut. Perumusan persamaan tersebut telah dilakukan dengan memanfaatkan konsep gelombang mekanis dimana energi total sebuah gelombang adalah penjumlahan linear antara energi kinetik dan energi potensial. Berdasarkan Perumusan yang telah dilakukan diketahui bahwa parameter-parameter yang berpengaruh terhadap nilai rata-rata energi gelombang laut persatuan luas adalah massa jenis air laut, percepatan gravitasi, dan amplitudo gelombang laut. Selain itu, melalui perhitungan pada beberapa sampel data diketahui bahwa nilai energi rata-rata gelombang laut mendekati dua kali lipat ketinggian gelombang tersebut.
Suggested For You
Journal article

Waktu Evakuasi Maksimum Penumpang pada Kapal Penyeberangan Antar Pulau

Korban jiwa pada kecelakaan kapal dapat terjadi akibat kesulitan untuk mengevakuasi penumpang akibat kepanikan, kelebihan penumpang serta dimensi serta rute dari jalur evakuasi yang tidak memungkinkan untuk mengevakuasi penumpang dalam waktu yang singkat.Paper ini mengevaluasi waktu evakuasi berdasarkan standar IMO apabila terjadi kebocoran satu atau beberapa kompartemen secara bersamaan. Waktu kebocoran diestimasi dengan memakai prinsip Bernoulli. Jalur evakuasi dianggap layak apabila waktu evakuasi yang dibutuhkan lebih kecil dari waktu kebocoran. Hasil perhitungan dan analisis menunjukkan bahwa kebocoran pada kompartemen tertentu dengan luas penampang bocor yang besar dapat mengakibatkan penumpang tidak dapat dievakuasi sebelum kapal kehilangan stabilitas atau tenggelaman. Oleh karena itu, penentuan jalur evakuasi hendaknya tidak hanya mempertimbangkan kasus kebakaran tetapi juga bentuk kecelakaan lain yang mungkin terjadi di kapal seperti masalah kebocoran
Read more articles