Recently Published
Policy brief

Mengembangkan BUMDesa untuk Transformasi Ekonomi Desa

Data Menginspirasi Kebijakan: Episode Studi Kota Balikpapan Menuju Kota Ramah Lanjut Usia 2030

Merajut Kemitraan untuk Kebijakan: Studi Episode Deklarasi Jakarta sebagai Kota Ramah Demensia dan Ramah Lanjut Usia

Membangun Kemandirian Berbasis Aset Desa

SAINS45: Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan (Edisi Konsultasi)

Report

Evaluasi Perda Pungutan di Era UU No.28 Tahun 2009

Conference paper

Contractual Children Savings Accounts in Low Resource Communities: Who Saves?

Conference paper

Evidence-Based Planning in Improving the Health Service and Insurance Utilization in Addressing Child Survival

Conference paper

Groundwork for Strengthening the Rural Health System: How to Revitalize the Roles of Village Midwives?

Report

Evaluasi Perda Pungutan di Era UU No.28 Tahun 2009

Conference paper

Contractual Children Savings Accounts in Low Resource Communities: Who Saves?

Conference paper

Evidence-Based Planning in Improving the Health Service and Insurance Utilization in Addressing Child Survival

Conference paper

Groundwork for Strengthening the Rural Health System: How to Revitalize the Roles of Village Midwives?

Most Viewed
Conference paper

Kemiskinan Anak Usia Kurang dari Lima Tahun pada Rumah Tangga dengan Rata-Rata Pengeluaran yang Terletak pada Kuantil Pertama Tahun 2008-2010 di Indonesia

Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, merupakan salah satu dari delapan tujuan sasaran pembangunan milenium. Sasaran pembangunan milenium tersebut disepakati dan ditandatangai dalam Deklarasi Milenium di New York tahun 2005, oleh 189 negara termasuk Indonesia dan harus dicapai pada tahun 2015. Keikutsertaan Indonesia merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merupakan tujuan bangsa yang tertuang dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Sasaran tujuan pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim tersebut adalah seluruh warga negara tidak terkecuali anak. Peran anak sangat dibutuhkan terkait dengan “bonus demografi” yang terjadi pada tahun 2020-2030, yaitu sekitar 60 persen penduduk Indonesia tergolong dalam kelompok usia produktif. Komposisi demografi tersebut merupakan potensi yang dapat berdampak positif terhadap input dan produktivitas negara dan sangat bergantung pada kualitas sumberdaya manusia produktif pada masa tersebut.
Book

SAINS45: Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan (Edisi Final)

Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, SAINS45, adalah buah pikir dan hasil karya ilmuwan muda Indonesia. Mereka yang berusaha keras untuk tetap dapat berkarya dan memberikan yang terbaik bagi negeri ini, meski gamang akan dukungan yang diberikan negara untuk mempertahankan keunggulan ilmiah mereka. Perumusan agenda ini menelaah sains apa yang dibutuhkan Indonesia untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, makmur, sejahtera, unggul, kompetitif, dan disegani dunia. SAINS45 terdiri atas 45 pertanyaan mendasar yang dikelompokkan dalam delapan gugus masalah, yaitu: (i) Identitas, Keragaman, dan Budaya; (ii) Kepulauan, Kelautan, dan Sumber Daya Hayati; (iii) Kehidupan, Kesehatan, dan Nutrisi; (iv) Air, Pangan, dan Energi; (v) Bumi, Iklim, dan Alam Semesta; (vi) Bencana Alam dan Ketahanan Masyarakat terhadap Bencana; (vii) Material dan Sains Komputasional; dan (viii) Ekonomi, Masyarakat, dan Tata Kelola.
Suggested For You
Conference paper

Strengthening Community Based Social Protection Practices for Child Protection

Much attention is paid to social protection at macro-level, using a variety of centralized instruments to deliver a range of benefits to poor and vulnerable people. However, less attention has been paid to the role of communities in social protection, and in particular the role of traditional systems. Such mechanisms are known to exist in Myanmar, but to date few studies have documented their range, impact and potential utility for social protection. Data was collected by community volunteers from volunteers from 39 villages representing eight of the 14 States and Regions of Myanmar. All communities studied had evidence of community led social protection systems, and the average fund distributed per year amounted to $2,650 per village. Community based programmes to enable poor children to access to primary education were practiced in all eight respective States/ Regions funded by primarily by the contributions of the community .These typically delivered a cash grant to children of school age in poor households. In terms of health, several villages had schemes to enable access to vaccination and health care for poor children, providing either a cash grant or volunteer help. Community based systems are estimated to meet around 30% of reported social protection needs for children. Community systems were limited in approach, and by relatively small capital funds. Limited data exists to demonstrate the evidence of efficacy of scaling up of community led systems.
Conference paper

Needs Assessment of Reintegrated Families in Georgia

Conference paper

Perencanaan Berbasis Bukti Untuk Menjawab Kebutuhan Kesehatan Anak Dan Jaminan Sosial Bidang Kesehatan: Studi Kasus Tasikmalaya Dan Jayawijaya

Conference paper

Needs Assessment of Reintegrated Families in Georgia

Conference paper

Perencanaan Berbasis Bukti Untuk Menjawab Kebutuhan Kesehatan Anak Dan Jaminan Sosial Bidang Kesehatan: Studi Kasus Tasikmalaya Dan Jayawijaya

Read more articles