Recently Published
Most Viewed
Journal article

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Orientasi Seksual pada Remaja

Orientasi seksual terbagi menjadi heteroseksual (ketertarikan terhadap lawan jenis), homoseksual (ketertarikan terhadap sesama jenis) dan biseksual (ketertarikan terhadap lawan jenis dan sesama jenis.Homoseksual merupakan salah satu kelainan seksual berupa disorientasi terhadap pasangan seksual-nya; pada pria disebut gay dan pada perempuan disebut lesbian.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan studi kualitatif dengan melaksanakan diskusi kelompok terarah pada komunitas tersebut.Populasi adalah seluruh komunitas LSL yang tergabung dalam Yayasan Rumah Singggah PEKA dalam binaan KPA Kota Bogor berjumlah 2200 orang dengan jumlah total sampel  60 orang sesuai dengan inklusi. Pengambilan data dengan cara wawancara. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui gambaran variabel independen dan dependen sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan orientasi seksual pada remaja dengan menggunakan uji statistic Chi Square.Hasil uji chi squre menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa menurut statistik variabel pekerjaan ayah responden sebagai non PNS dan responden yang memiliki pasangan seks tetap secara signifikan berpengaruh dengan orientasi seksual remaja. Makna kontribusi variabel yang signifikan dalam analisis multivariat  adalah pekerjaan ayah responden akan mempunyai peluang sebesar 6.293 kali mempunyai orientasi homoseksual (p value = 0.031) dan responden yang memiliki pasangan seks tetap akan mempunyai peluang sebesar 5.644 kali mempunyai orientasi homoseksual (p value = 0.021).
Journal article

Penguatan Peran Bidan dalam Pemberdayaan Perempuan untuk Mendukung Program Sustainable Development Goal's

Angka kematian Ibu masih menjadi masalah utama dalam tujuan pembangunan berkelanjutan yang menargetkan Angka Kematian Ibu sebanyak 70/100.000 KH pada tahun 2030. Selain itu, tingginya angka unmet need mengindikasikan kurangnya pemberdayaan perempuan dalam masalah perencanaan keluarga. Kondisi tersebut, menuntut bidan semakin mengoptimalkan perannya untuk ikut mengatasi masalah yang terjadi. Telaah artikel ini bertujuan untuk menganalisis : (1) peran bidan; (2) pemberdayaan perempuan dan program pembangunan berkelanjutan/; serta (3) Peran Bidan dalam pemberdayaan perempuan dalam upaya mendukung program pembangunan berkelanjutan.  Metode penulisan telaah artikel ini menggunakan studi literatur dari berbagai sumber penelusuran meliputi text book, journal dan referensi lainnya. Hasil telaah artikel menunjukkan peran bidan sebagai pengelola, pelaksana, pendidik dan peneliti memberikan asuhan kebidanan kepada perempuan sebagai fokus utama asuhan harus mendapat penguatan dari berbagai pihak. Bidan mengoptimalkan perannya agar perempuan dapat lebih berdaya/ mempunyai kekuatan untuk mengambil keputusan untuk dirinya terutama terkait hak-hak reproduksi. Penguatan peran bidan dilakukan melalui pengetahuan dan ketrampilan yang baik mengenai situasi masyarakat sekitar. Pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan disamping  tugas bidan juga merupakan tugas lintas sektor dan lintas program. Untuk hasil yang optimal, maka penguatan peran bidan harus tetap berdasarkan kewenangannya juga diiringi pengetahuan tentang masyarakat sekitar untuk hasil yang optimal.
Suggested For You
Journal article

Penanganan PRA dan Penerapan Kelengkapan Rujukan oleh Bidan yang Melakukan Rujukan pada Ibu Bersalin

Abstrak tidak tersedia.
Read more articles