Metrik

  • visibility 411 kali dilihat
  • get_app 1081 downloads
description Journal article public Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur

Terciptanya Ruang Terbuka Hijau Kota Di Surakarta Terkait Surakarta Sebagai Kota Layak Anak

Eny Krisnawati
Diterbitkan 2017

Abstrak

Sebuah kota /kabupaten sebagai kota layak anak adalah merupakan kumpulan dan akumulasi dari program yang ada pada beberapa kementerian. Karena itu, tidaklah heran kalau program kota layak anak akan memberi manfaat secara langsung kepada anak-anak, karena perspektifnya bukan pada anak tapi program sektoral. Penerapan kebijakan kota layak anak ini pun tak bisa dipisahkan dari karakter masing-masing kota. Meskipun bertujuan sama, belum tentu kota satu dan lainnya mempunyai hasil yang sama dalam pengimplementasian sebuah kebijakan yang sama Setiap kota adalah organisme yang spesifik dengan karakter yang spesifik pula. Upaya penerapan kebijakan ini memerlukan sebuah kajian mendalam dan panjang. Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semakin berkurang akan menimbukan masalah tersendiri bagi suatu kota mengingat RTH diarahkan untuk pemenuhan kuota 30% dengan berbagai peningkatan baik secara kualitas maupun kuantitas. RTH suatu perkotaan merupakan bagian terpenting dari sistem penataan Tata Ruang baik RTH pasif maupun aktif. RTH aktif merupakan program pemerintah Surakarta. Taman yang dibangun memiliki fungsi beragam yang utamanya untuk pendidikan anak. Dengan mencoba menampilkan konsep yang berbeda dalam pembangunan taman. Taman RPTRA dibangun dekat dengan permukiman warga, terutama warga miskin. Sehingga RPTRA dapat berperan sebagai community center bagi masyarakat sekitar. Proses pembangunan RPTRA juga melibatkan masyarakat sekitar. Bahkan perawatan taman juga dilakukan oleh masyarakat di sekitar, RPTRA memposisikan warga sebagai pemilik dan pengelola taman, bukan sekadar penikmat taman

Full text

 

Metrik

  • visibility 411 kali dilihat
  • get_app 1081 downloads