Pemberdayaan Pengrajin melalui Koperasi di Desa Trangsan

Bambang Mursito Harini

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 12 pages)

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan kondisi pengrajin, menganalisis UPAYA pemberdayaan yang telah dilaksanakan, dan merumuskan model pemberdayaan pengrajin melalui koperasi. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Lokasi Penelitian di Desa Trangsan. Pengambilan sampeldengan Snowball sampling technique. Guna menjamin validitas data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diuji dengan trianggulasi data (sumber) dan trianggulasi metode. Model analisis data menggunakan analisis interaktif dengantiga komponen analisisnya yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data,dan penarikan simpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemberdayaan yang dilakukan oleh banyak pihak ternyata bermanfaat memberikan wawasan yang cukup berarti bagi industri mebel Trangsan. Hanya saja masih menyisakan berbagai kendala, yaitu pemberdayaan yang ada dilakukan secara parsial, tidak berupa kebijakanyang bersifat sistemik. Koperasi sebagai inti dari pemberdayaan untuk pengrajin, karena dengan koperasi ini proses transformasi yang memberdayakan pengrajin akan terjadi. Dengan adanya koperasi milik pengrajin, individu-individu akan termanifestasikan dalam suatu institusi koperasi yang tentu lebih kuat dari diriindividu. Dengan demikian posisi tawar pengrajin terhadap pengusaha, atau terhadap mitra bisnis lainnya akan menjadi setara, tidak sekedar hubungan atas bawah atau patron-klien yang memberikan ruang untuk terjadinya ketidak seimbangan posisi tawar.

Metrik

  • 332 kali dilihat
  • 229 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional "Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kesehatan dan Pasien dalam Perspektif UU No.36 Tahun 2014"

  • Konferensi di Surakarta, Indonesia pada tahun 2017
  • 33 artikel

Seminar Nasional "Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kesehatan dan Pasien dalam Perspektif UU No.... tampilkan semua