Metrik

  • visibility 255 kali dilihat
  • get_app 2063 downloads

Struktur Belitan Stator dan Rotor Bermagnet Permanen Fluks Radial untuk Alternator Fase Tunggal

Arief Goeritno, Marjuki -., Alfian -. Hidayat
Diterbitkan 2016

Abstrak

Pemanfaatan kembali rangka dan inti stator bekas dari motor induksi fase-tiga (3Φ) melalui pengkondisian ulang terhadap rangka dan inti stator untuk perolehan alternator fase-tunggal. Pengkondisian ulang terhadap inti stator dgunakan untuk pembentukan belitan stator pada inti stator. Pembentukan belitan stator dipengaruhi oleh jumlah alur pada stator, luas masing-masing alur, pemilihan luas penampang dan tipe kawat email untuk kumparan, dan cara penggulungan kumparan dan penentuan jumlah kutub. Struktur belitan stator digunakan untuk pabrikasi struktur rotor dengan magnet permanen fluks radial. Keberadaan struktur belitan stator dan rotor dengan magnet permanen fluks radial pada alternator fase-tunggal digunakan sebagai dasar perhitungan untuk perolehan daya elektris teoritis yang dihasilkan alternator fase-tunggal. Keberadaan struktur rotor dengan magnet permanen fluks radial pada alternator fase-tunggal digunakan sebagai dasar perhitungan daya mekanis teoritis yang diperlukan dari penggerak mulan. Struktur belitan stator terbentuk oleh enam grup kumparan (koil) tipe jerat (lap winding) satu lapis pada rentang 6 (enam) aluran yang terhubung seri. Struktur rotor berbentuk silinder berongga berdimensi 60 mm, 30 mm, dan 85 mm yang dilengkapi dengan 12 buah magnet permanen. Nilai daya elektris teoritis yang dihasilkan alternator sebesar 81 VA, sedangkan daya mekanis teoritis yang diperlukan dari penggerak mula sebesar 350 watt. Kata-

Full text

 

Metrik

  • visibility 255 kali dilihat
  • get_app 2063 downloads