Pengaruh Terapi Perilaku Kognitif terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Klien Isolasi Sosial di Provinsi Bengkulu

Shinta Shinta
Journal article Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu • 2019 Indonesia

Unduh teks lengkap
(8 pages)

Abstrak

Isolasi sosial merupakan suatu kondisi menyendiri dari seseorang pasien skizophrenia sehingga mengalami penurunan kemampuan berinteraksi dengan orang lain sehingga menjadi sesuatu yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi perilaku kognitif terhadap kemampuan interaksi sosial klien isolasi sosial di Provinsi Bengkulu. Metode penelitian, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Quasi Experiment dengan pendekatan pre test and post test design without control group. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian kemampuan interaksi sosial pasien isolasi sosial dilihat dari variabel kemampuan kognitif, afektif dan perilaku. Kemampuan kognitif rata-rata sebelum pemberian terapi adalah 13,79, sedangkan sesudah terapi adalah 19,88. Kemampuan afektif rata-rata sebelum terapi adalah 14,58 sedangkan sesudah terapi adalah 17,33. Kemampuan perilaku rata-rata sebelum terapi adalah 9,64 sedangkan sesudah terapi adalah rata-rata 11,06. Berdasarkan hasil uji t-dependen didapatkan ada perbedaan rata-rata skor sebelum dan sesudah pemberian terapi Perilaku Kognitif, dengan ρ value masing-masing variabel 0,000 (α = 0,05). Kesimpulan, terapi Perilaku Kognitif berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan interaksi sosial pasien isolasi sosial di Provinsi Bengkulu. Terapi perilaku kognitif direkomendaikan sebagai terapi keperawatan dalam merawat klien isolasi sosial dengan penurunan kemampuan interaksi sosial.

 

Metrik

  • 0 kali dilihat
  • 1 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu

Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu is a Journal Managed by the Nursing Study Program at the... tampilkan semua