Recently Published
Most Viewed
Journal article

Peranan Manajemen Konflik Pada Suatu Organisasi

Konflik merupakan pertentangan antara seseorang dengan orang lain atau kelompok dengan kelompok lain dalam rangka memperebutkan sumber daya yang terbatas. Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya setiap orang memiliki pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Konflik biasanya timbul dalam organisasi sebagai hasil adanya masalah-masalah, komunikasi yaitu salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti atau informasi yang tidak lengkap; struktur yaitu pertarungan kekuasaan antar departemen, persaingan untuk, memperebutkan sumber daya-sumber daya yang terbatas atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok-kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka; pribadi yaitu ketidak sesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka, perbedaan dalam nilai-nilai persepsi. Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih.
Journal article

Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Kehidupan Sosial Budaya Dan Ekonomi

Pada visi pariwisata Indonesia tahun 2005, pariwisata nasional dicanangkan menjadi penghasil devisa utama. Namun pembangunan dan pengembangan kepariwisataan membawa konsekuensi yaitu timbulnya dampak sosial budaya. Peranan pariwisata dalam pembangunan negara pada garis besarnya berintikan tiga segi, yaitu segi ekonomis, segi sosial dan segi kebudayaan. Tiga hal yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial yang disebabkan dari pariwisata, yaitu: 1. Polarization of The Population, 2. Breakdown of The Family, 3. Development of The Attitudes of a Consumption-Oriented Society; Incident of Phenomena of Social Pathalogy. Pengaruh pariwisata terhadap kebudayaan terjadi karena suatu proses akulturasi antara kebudayaan masyarakat dengan kebudayaan para wisatawan. Dari sisi ekonomi, pariwisata merupakan industri multi komponen, tidak dapat dilepaskan dengan sektor ekonomi lain. Pemasukan tidak hanya dari uang yang dibelanjakan, melainkan juga menarik modal asing. Pariwisata adalah USAha padat karya (labour intensive), menciptakan tenaga kerja di sektor lain. Dalam pengembangan kepariwisataan nasional faktor ekonomis sering menjadi pertimbangan utama dari pengambil keputusan untuk mengembangkan potensi kepariwisataan. Pertimbangan ini kadang lebih ditonjolkan dari pada pertimbangan moral dalam artian kemungkinan pariwisata memiliki dampak sosial yang negatif.
Suggested For You
Journal article

Kelestarian Budaya Sebagai Dasar Dalam Upaya Pengembangan Pariwisata Di YOGYAKARTA

Global Rivalry demands modernization existence at tourism sector. That thing necessary done so that tourist readies to pay a visit and felt to feet at home at city that visited. Conseqence from this modernization is builds amount of tourism sector supporting facilities. Troubleshoot appears when tourism sector development little by little threaten existence and local culture preservation. Inch by inch but certain society will adopted culture moderner that come from outside the culture self. That thing evoke problem aloof. Majority tourist comes to Yogyakarta not in the first place to enjoy modern atmosphere, but exactly to know and enjoy atmosphere and local culture. If that looked for modern atmosphere, metropolis like Jakarta, Surabaya, and batam prepare it.so, if inch by inch local culture is shified, for certain that is long too long Yogyakarta will lose asset to on the market in tourists. No more specification Yogyakarta that can be putted to interesing tourist. Problem necessary looked for solusi , tourism development Yogyakarta necessary aimed in torism development berorientasi in culture preservation. To crat tourism development berorientasi in culture preservation, there are some matter that can be goed. First. encouragement returns festifal local culture. Second, necessary tourism planology mapping existence. Third, give culture local load in special province Yogyakarta education curriculum. Fourth, revitalisasi palace as culture centre. Fifth, tourism development observer team formation. If success created tourism development that pay attention culture preservation, can be believed that from time to time Yogyakarta permanent will can to defend the existence as tourism city.
Read more articles