Recently Published
Most Viewed
Journal article

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Perilaku Pencegahan Diare Pada Balita

Latar Belakang : Kematian Balita di Indonesia yang disebabkan oleh diare sering mengalami kenaikan. Oleh sebab itu perlu adanya pencegahan dan penanganan yang cepat dan tepat untuk mengurangi angka kejadian diare pada Balita dan mewujudkan salah satu tujuan MDG's pada tahun 2015. Dari hasil wawancara pada 11 ibu yang memiliki Balita masih ada 3 ibu yang tidak mengetahui cara penularan diare dan pencegahan diare.Tujuanpenelitian ini diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan perilaku pencegahan diare pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Kotagede II Yogyakarta.Metode : Jenis penelitian ini meupakan Kuantitatif Korelasionaldengan pendekaan Cross Sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Populasi penelitian sebanyak 72 ibu, sampel sejumlah 61 ibu dengan metode Total Sampling. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat uji korelasi Kendal Tau.Hasil : Tingkat pengetahuan ibu tentang diare sebagian besar berada dalam kategori cukup (54,1 %) dan perilaku pencegahan diare dalam kategori positif (77%). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan perilaku pencegahan diare pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Kota Gede II Yogyakarta dengan nilai korelasi Kendall Tau sebesar 0,416 dengan p value 0,000.Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang diare dengan perilaku pencegahan diare pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Kota Gede II Yogyakarta.
Journal article

Massage Effleurage Terhadap Tingkat Nyeri Kala 1 Fase Aktif

Latar Belakang: Nyeri saat persalinan merupakan kondisi fisiologis yang secara umum dialami oleh hampir semua ibu bersalin. Metode yang sangat efektif dalam menanggulangi nyeri adalah dengan memberikan tindakan massage effleurage yang merupakan salah satu metode nonfarmakologi dikemukakan oleh Melzak dan Wall. Massage effleurage merupakan analgesia psikologi yang dilakukan sejak saat bersalin (inpartu). Apabila nyeri tidak segera diatasi janin yang ada di dalam kandungan akan terjadi hipoksia akibat asidosis, detak jantung janin semakin cepat yang akan mengakibatkan kematian pada janin.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat nyeri kala 1 fase aktif sebelum dan sesudah dilakukan massage effleurage, serta Perubahan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan tindakan massage Effleurage di BP/RB Mareta Husada Srandakan BantulMetode: Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif eksperimental, dengan menggunakan pendekatan One group pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu sampling dengan kriteria yang ditetapkan peneliti. Jumlah sampel dalam penelitian ini 28 orang.Hasil: Tingkat nyeri kala I fase aktif sebelum dilakukan massage effleurage: 15 responden (53,6%) mengalami tingkat nyeri sedang dan 12 responden (39,3%), mengalami tingkat nyeri berat, serta dua responden (7,1%) yang mengalami tingkat nyeri ringan. Tingkat nyeri kala I fase aktif sesudah dilakukan massage effleurage : dua responden (7,1%) mengalami tingkat nyeri ringan, 14 responden (50,0%) mengalami tingkat nyeri sedang, dan dua responden (7,1%) mengalami tingkat nyeri berat. terdapat Perubahan nyeri pada kala I fase aktif, yaitu sebelumnya ada 15 responden (53, 2%) menjadi 14 responden (50%) dengan nyeri tingkat sedang, dan 12 responden (39,3%) dengan nyeri berat menjadi dua responden dengan nyeri berat 7,1(%).Kesimpulan: Hasil analisa uji wilcoxzon menunjukan bahwa pemberian massage effleurage terhadap ibu inpartum kala 1 fase aktif, berpegaruh signifikan terhadap tingkat nyeri ibu inpartum kala 1 fase aktif (p<0,05).
Suggested For You
Journal article

Pengetahuan Bidan Tentang Komunikasi Terapeutik Dalam Praktik Kebidanan

Latar Belakang: Komunikasi terapeutik kurang menjadi fokus para bidan karena para bidan lebih mementingkan pelayanan daripada praktik penyembuhan. Selain itu, juga tidak melakukan komunikasi terapeutik dan hanya melakukan tugasnya sesuai dengan pengalaman mereka.Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang komunikasi terapeutik di puskesmas rawat inap wilayah Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 32 orang dan sampelnya sebanyak 32 orang dengan metode total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup. Metode analisa data menggunakan statistika deskriptif distribusi frekuensi.Hasil: Pengetahuan bidan tentang pengertian komunikasi terapeutikdalam kategori cukup (75%), pengetahuan tentang tujuan dan prinsip komunikasi terapeutik dalam kategori cukup (46,9%), dan pengetahuan tentang teknik komunikasi terapeutikdalam kategori cukup (75%).Kesimpulan: Pengetahuan bidan di puskesmas rawat inap wilayah Yogyakarta tentang komunikasi terapeutik sebagian besar dalam kategori cukup.