Recently Published
Most Viewed
Journal article

Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Nasabah pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk di Sampit

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk di Sampit. Populasi adalah sebagian nasabah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan sampel sebanyak 75 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sample random sampling.dari perhitungan regresi linear berganda, didapat persamaan Y = 9,402 + 0,148 X1+ 0,306X2. Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulan berdasarkan hasil uji-t, untuk variabel fasilitas (X1) thitung : 2,095 > ttabel : 1,993 dengan tingkat signifikan 0,040 < 0,05, artinya terdapat pengaruh signifikan fasilitas terhadap kepuasan nasabah. Sedangkan untuk hasil uji-t variabel kualitas pelayanan (X2) yaitu thitung : 2,983 > ttabel 1,993 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Artinya ada pengaruh signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah. Berdasarkan uji-f, fhitung : 15,088 > ftabel 3,124 dengan tingkat signifikan 0,000 > 0,05 artinya secara simultan fasilitas (X1) dan kualitas pelayanan (X2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah.Variabel fasilitas (X1) dan kualitas pelayanan (X2) mempengaruhi variabel kepuasan nasabah (Y). Sebesar 29,5% sedangkan sisanya 70,5% dipengaruhi oleh variabel lain.
Journal article

Pentingnya Kualitas Pribadi Konselor dalam Konseling untuk Membangun Hubungan Antar Konselor dan Konseli

Sasaran sistem konseling adalah menyediakan kondisi dimana dapat menolong klien agar bisa mengembangkan kekuatan psikologis untuk mengevaluasi perilakunya sekarang dan bisa mendapatkan perilaku yang lebih efektif. Proses belajar berperilaku efektif ini difasilitasi dengan menciptakan lingkungan konseling yang hangat dan aplikasi berbagai prosedur konseling. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kualitas hubungan antar pribadi yang baik konselor dan klien. Konseling sebagai sebuah profesi yang digambarkan dengan tampilan konselornya. Konselor profesional merupakan figur yang dapat menampilkan dirinya sebagai teladan. Di antara kompetensi konselor, yang paling penting adalah kualitas pribadi konselor karena konselor sebagai pribadi harus mampu menampilkan jati dirinya secara utuh, tepat, dan berarti, serta membangun hubungan interpersonal yang baik sehingga menjadi motor penggerak keberhasilan layanan. Pribadi konselor merupakan ‘instrumen' yang menentukan hasil positif dalam proses konseling, sebab inti dari proses terapeutik dalam konseling yaitu hubungan yang dibangun antara konselor dan konseli. Sehingga kualitas pribadi konselor merupakan hal yang esensial bagi konselor untuk mencapai tujuan dalam proses konseling.
Suggested For You
Journal article

Penerapan Metode Demonstrasi untuk Mengurangi Kesulitan Memahami Teks Percakapan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN Kidalang

Upaya mengembangkan sikap dan keterampilan peserta didik merupakan tuntutan yang tak terpisahkan dari tugas dan tanggung jawab guru dalam melaksanakan PBM (proses belajar mengajar). Dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang harus dikuasai guru erat kaitannya dengan penggunaan metode dan alat peraga yang sesuai dengan materi pelajarannya. Kemampuan komunikasi sangat diperlukan karena mampu mendorong seseorang untuk aktif, dapat membangun gagasan, ide, dan konsep. Sehingga siswa dapat mengembangkan skil-skilnya dalam proses pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan tuntutan dalam mempelajari Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Namun, pada kondisi pembelajaran di sekolah saat ini masih menunjukkan rendahnya kemampuan komunikasi percakapan bahasa siswa. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan percakapan bahasa Indonesia siswa adalah pembelajaran menggunakan Metode demontrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan percakapan siswa yang menggunakan metode demontrasi, untuk mengetahui kualitas peningkatan kemampuan percakapan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan metode demontrasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kidalang siswa kelas IV tahun. Berdasarkan data hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan memahami teks percakapan siswa mengalami peningkatan setelah menggunakan metode demontrasi pada pelajaran bahasa Indonesia. Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran serta bersikap positif terhadap penggunaan metode demontrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode demontrasibisa menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk melakukan proses belajar mengajar di kelas.
Read more articles