Recently Published
Most Viewed
Journal article

Fungsi Hadits terhadap Al-Quran

Hadits merupakan landasan hukum Islam yang kedua setelah alQur€™an.Hadits sebagai sumber kedua ini ditunjukkan oleh tiga hal, yaitu; ini ditunjukkan oleh tiga hal, yaitu; al-Qur`an sendiri, kesepakatan (ijma`) ulama, dan logika al-Qur`an sendiri, kesepakatan (ijma`) ulama, dan logika akal sehat (ma`qul). Al-Quran menekankan bahwa Rasulullah akal sehat (ma`qul). Al-Quran menekankan bahwa Rasulullah berfungsi menjelaskan maksud firman-firman Allah. Karena itu apa yang disampaikan Nabi harus diikuti, bahkan perilaku Nabi sebagai rasul harus diteladani oleh kaum Muslimin. Tulisan ini menemukan bahwa fungsi hadist terhadap al-Quran adalah sebagai bayan berfungsi menjelaskan maksud firman-firman Allah. Karena itu apa yang disampaikan Nabi harus diikuti, bahkan perilaku Nabi sebagai rasul harus diteladani oleh kaum Muslimin. Tulisan ini menemukan bahwa fungsi hadist terhadap al-Quran adalah sebagai bayan dan muhaqiq (penjelas dan penguat) bagi al-Quran. Baik sebagai bayan taqrir, bayan tafsir, takhshish al-€™am, bayan tabdila. Tidak hanya itu, tulisan ini juga menemukan bahwa hadist Rasulullah telah menetapkan hukum baru yang tidak ditetapkan oleh al-Qur`an. Karena dalam al-Qur€™an terdapat ayat-ayat yang memerintahkan dan muhaqiq (penjelas dan penguat) bagi al-Quran. Baik sebagai bayan taqrir, bayan tafsir, takhshish al-€™am, bayan tabdila. Tidak hanya itu, tulisan ini juga menemukan bahwa hadist Rasulullah telah menetapkan hukum baru yang tidak ditetapkan oleh al-Qur`an. Karena dalam al-Qur€™an terdapat ayat-ayat yang memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk taat secara mutlak kepada kepada orang-orang beriman untuk taat secara mutlak kepada apa yang diperintahkan dan dilarang Rasulullah, serta mengancam orang yang menyelisihinya. apa yang diperintahkan dan dilarang Rasulullah, serta mengancam orang yang menyelisihinya.
Journal article

Kedudukan Syariah sebagai Sumber Hukum Positif: Kajian Awal Atas Hukum Perkawinan, Ekonomi Islam, dan Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia dan Maroko

The position of sharia as a source of the national law is very dynamic. In field of family law, especially of the law of marriage, the codification of sharia in the positif law is massive. For contrary, the sharia does not become the principal sourcefor the national legislation, such as the employment field, if we compare with the west law. In the economic area, although Islam only talk general principt of economic, especially the aspect of sharia contract, but widely adopted in several practice of economie especially in the Islamic economic transaction. The adaptation of charia in Indonesia showed a larger trend than in one other country, Maroko. The charia has a possibility became the main reference of the national law, as the secondary source or additional.
Suggested For You
Journal article

Ilhaq Konsep Bpjs dengan Al-ta€™mãŒn Perspektif Qiyas

BPJS€™s main objective is to realize social service effectively and efficiently. There are two kinds of the BPJS program established by the government, namely health and manpower BPJS. The former provides health insurance while the latter offers a wider service, such as work accident insurance, pension, and death insurance for labors. BPJS adopts al-Ta€™mìn principles that aim to encourage mutual assistance amongst BPJS members. This articles attempts to analyze BJPS ends and its at-ta€™im principles from the point of view of qiyas (analogy) to establish the connection (ilhà q) between the legal status of BPJS and al-Ta€™mìn. assistance amongst BPJS members. This articles attempts to analyze BJPS ends and its at-ta€™im principles from the point of view of qiyas (analogy) to establish the connection (ilhà q) between the legal status of BPJS and al-Ta€™mìn.
Read more articles