Recently Published
Most Viewed
Journal article

Budaya Literasi Melalui Program Gls Dalam Menumbuhkembangkan Minat Baca Siswa SD Negeri Melayu

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Budaya Literasi melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam menumbuhkembangkan minat baca siswa di SD Negeri Melayu berdasarkan dari segi implementasi serta peran pihak sekolah dalam mendukung program GLS di SD Negeri Melayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun objek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Melayu tahun ajaran 2015/2016. Sumber data dalam penelitian ini terbagi atas dua yakni sumber data primer dan data sekunder yang diperoleh dari wawancara, kuesioner (angket), observasi, studi dokumentasi, studi kepustakaan. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan 3 tahap yaitu data reduction, data display, dan Conclusion drawing/Verification. Program GLS di SD Negeri Melayu mulai diterapkan pada tahun 2016 yang merupakan bentuk kebijakan pemerintah dalam mewujudkan budaya literasi bagi siswa melalui kegiatan membaca 15 menit setiap dari seblum pelajaran dimulai, sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa: (1) Budaya literasi melalui implementasi GLS dalam menumbuhkembangkan minat baca peserta didik SD Negeri Melayu belum berjalan efektif dari segi tahap-tahap pelaksanaan.Namun,melalui tahap pembiasaan dalam wujud menumbuhkembangkan minat baca siswa SD Negeri Melayu telah dilihat dari kegiatan siswa didalam kelas sebelum memulai pelajaran, telah membiasakan diri untuk membaca selama 15 menit; (2) Peran pihak sekolah dalam mendukung program GLS di SD Negeri Melayu melalui penyediaan sarana dan pasarana, serta arahan dan motivasi guru maupun pustakawan terhadap siswa dalam tahap pembiasaan merupakan wujud kerjasama seluruh pihak sekolah SD Negeri Melayu dalam menumbuhkembangkan minat baca siswa.
Journal article

Kemiskinan Dan Putus Sekolah

Masalah utama dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan putus sekolah pada anak petani di Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar dan bagaimana bentuk peran sosial anak putus sekolah dalam membantu ekonomi keluarga. Penelitian bertujuan mengetahui faktor- faktor penyebab putus sekolah pada anak petani dan bentuk peran sosial anak putus sekolah dalam membantu ekonomi keluarga. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriftif, melalui pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) faktor yang menyebabkan anak petani di Desa Kampung Beru putus sekolah karena tidak mampu membiayai anaknya, ada juga anak yang memang tidak mau sekolah, kurangnya perhatian orang tua, hal demikian terjadi karena penghasilan yang tidak menentu. (2) Peranan anak dalam membantu ekonomi keluarga di Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar dapat dilihat dari keberadaan anak dalam keluarga, peranan anak sangat berpengaruh, sebab tingkat pendapatan keluarga ada Perubahan jika dibandingkan dari sebelumnya, karena sebelum anak bekerja pendapatan keluarga sangat minim. Maka dari itu pula anak putus sekolah karena faktor ekonomi rendah dan tidak ada biaya, sehingga anak memutuskan putus sekolah dan punya inisiatif untuk membantu orang tua dan mencari kerja. Dalam hal ini membantu dan menutupi kekurangan ekonomi keluarga menunjukkan kondisi keluarga petani rata-rata serba kekurangan dengan melihat penghasilan yang didapatnya sehingga membutuhkan peran anak.
Suggested For You
Journal article

Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika Dengan Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing Kelas Viib SMPN 8 Makassar

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika dengan metode penemuan terbimbing pada peserta didik kelas VIIB SMP Negeri 8 Makassar. Jenis penelitian ini adalah classroom action research (penelitian tindakan kelas) yang terdiri dari dua siklus dimana pada siklus pertama dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan, dan pada siklus ke dua dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIB SMP Negeri 8 Makassar sebanyak 39 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama yang tuntas secara klasikal dari 39 peserta didik hanya 25 peserta didik atau 64,10% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Secara individual belum terpenuhi karena nilai rata-rata diperoleh sebesar 71,38. Sedangkan pada siklus II dimana dari 39 peserta didik terdapat 30 orang atau 76,92% telah memenuhi KKM dan secara klasikal dan secara individual dengan skor rata-rata yang diperoleh sebesar 77,31. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas VIIB SMP Negeri 8 Makassar melalui penerapan metode penemuan terbimbing mengalami peningkatan.Kata kunci: pemahaman konsep, penemuan terbimbing, kkm, klasikal, skor rata-rataThis study aims to improve understanding of physics concepts with guided discovery method in class students of SMP Negeri VIIB 8 Makassar. This research was classroom action research (action research), which consists of two cycles in which the first cycle meetings held three times, and the cycle to two meetings held four times. Subjects in this study were VIIB class students of SMP Negeri 8 Makassar as many as 39 people. The results showed that in the first cycle is completed in the classical style of 39 students only 25 or 64.10% of learners who meet the minimum completeness criteria (KKM). Individual has not met since the average value obtained was 71.38. While in the second cycle of 39 learners where there are 30 people or 76.92% in compliance and in the classical KKM and individually with an average score of 77.31 earned. Based on the above results, it can be concluded understanding of physics concepts VIIB class students of SMP Negeri 8 Makassar through the application of guided discovery methods have increased.
Read more articles