Recently Published
Most Viewed
Journal article

Pengaruh Pajak dan Subsidi pada Keseimbangan Pasar

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal Balik yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Pajak ada yang langsung diterima oleh masyarakat dan ada yang tidak diterima oleh masyarakat. Jenis-jenis pajak adalah pajak penghasilan (PPH), pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak pertambahan nilai (PPN).Sedangkan subsidi merupakan lawan atau kebalikan dari pajak. Oleh karena itu subsidi sering disebut sebagai pajak negatif. subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat akan menyebabkan ongkos produksi yang dikeluarkan oleh produsen menjadi lebih rendah dari pada ongkos produksi sebelum adanya atau tanpa adanya subsidi.Yang menjadi indikator pengaruh pajak dan subsidipada keseimbangan pasar yaitu pajak terhadap keseimbangan pasar dan subsidi terhadap keseimbangan pasar. Ternyata pajak sangat berpengaruh terhadap atas penjualan selalu menambah harga barang yang ditawarkan. Sehingga hanya mempengaruhi fungsi penawaran. Sedangkan pada fungsi permintaan tidak mengalami Perubahan sama sekali. Sedangkan dengan adanya subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat akan menyebabkan ongkos produksi yang dikeluarkan oleh produsen menjadi lebih rendah dari pada ongkos produksi. Menyebabkan daya beli konsumen terhadap produk tersebut meningkat.
Journal article

Pentingnya Ketrampilan Mendengar dalam Menciptakan Komunikasi yang Efektif

Komunikasi merupakan kunci terpenting dalam membangun hubungan baik antar setiap individu. Komunikasi yang efektif sangat bergantung pada ketrampilan seseorang dalam mengirim maupun menerima pesan. Kita menyaksikan begitu banyak proyek atau program Perusahaan macet ditengah jalan hanya gara-gara dis-komunikasi para anggotanya. Masalah yang paling sederhana dan sering muncul itu di karenakan kurangnya keterampilan mendengarkan dalam berkomunikasi. Keterampilan mendengarkan seharusnya mengiringi keterampilan bertanya dalam komunikasi yang efektif. Karena sebaik apa pun komunikasi terhadap seseorang tanpa diiringi dengan kemampuan mendengar maka komunikasi tidak efektif. Kemampuan mendengarkan secara aktif diartikan sebagai proses pemahaman secara aktif untuk mendapatkan informasi, dan sikap dari pembicara yang tujuannya untuk memahami pembicaraan tersebut secara objektif. Komunikasi efektif adalah suatu kegiatan pengiriman makna (pesan) dari seorang individu ke individu yang lain di mana kegiatan tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak. Komunikasi Efektif, inilah yang menjadi permasalah orang Indonesia sekarang mereka masih awam terhadap budaya komunikasi Efektif dan kurangnya ketrampilan mendengar dalam berkomunikasi yang mengakibatkan mereka lebih banyak “berpendapat untuk mengemukakan masalah” daripada “berpendapat untuk memecahkan masalah”. Tujuanpenelitian mengetahui pentingnya ketrampilan mendengar dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang di dasarkan pada data sekunder. Membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus: (1) Berusaha benar-benar mengerti orang lain (emphatetic communication), (2) Memenuhi komitmen atau janji, (3) Menjelaskan harapan atau rencana yang akan di lakukan, (4) Meminta maaf denga tulus ketika membuat kesalahan, (5) Memperlihatkan integritas pribadi.
Suggested For You
Journal article

Pelabelan Graceful dan Pelabelan Rho Topi pada Graf 8-bintang dengan C3 untuk N Genap

Suatu graf G = (V,E) adalah pasangan himpunan terurut dimana V adalah himpunan simpul tak kosong dan E adalah himpunan busur. Pelabelan graceful adalah fungsi injektif dari himpunan simpul V ke himpunan bilangan yang menginduksi fungsi bijektif ' dari himpunan busur E ke himpunan bilangan dimana setiap busur uv E dengan simpul u,v V berlaku '(uv) = , berseta dengan variasi dan modifikasi pelabelan graceful. Ide dasar mengkonstruksi pelabelan graceful dan pelabelan pada graf 8-bintang berawal dari graf A-Bintang dan H-Bintang[1] yang kemudian disebut sebagai graf alfabet bintang dengan pertanyaan bagaimana jika bilangan diberikan graf bintang yang kemudian suatu graf yang dibangun dari 2 graf lingkaran dimana salah satu simpul dari graf lingkaran menjadi pusat graf tersebut sedangkan simpul lainnya diberikan graf bintang . Pada makalah ini diberikan Pelabelan Graceful dan rho topi pada graf 8-Bintang dengan untuk genap.
Read more articles