Recently Published
Journal article

Fairy Story Integration for Meaningful Classroom

Journal article

Understanding on Strategies of Teaching Mathematical Proof for Undergraduate Students

Journal article

The Influence of Traditional Games-Based and Scientific Approach-Oriented Thematic Learning Model Toward Creative Thinking Ability

Journal article

Fairy Story Integration for Meaningful Classroom

Journal article

Understanding on Strategies of Teaching Mathematical Proof for Undergraduate Students

Journal article

The Influence of Traditional Games-Based and Scientific Approach-Oriented Thematic Learning Model Toward Creative Thinking Ability

Most Viewed
Journal article

Model Pendidikan Kewirausahaan di Pendidikan Dasar dan Menengah

Pemerintah telah berupaya untuk memasyarakatkan kewirausahaan, namun upaya tersebut belum membawa pengaruh yang signifikan karena masih banyak penduduk yang tidak produktif setiap tahun. Dalam praktik di sekolah, untuk menanamkan nilai-nilai kewirausahaan pada peserta didik ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:1) pembenahan dalam Kurikulum; 2) peningkatan peran sekolah dalam mempersiapkan wirausaha; 3) pembenahan dalam pengorganisasian proses pembelajaran; 4) pembenahan pada diri guru. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan mulai dari PAUD – SMA/SMK, SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMK/SMALB, merupakan suatu hal yang tidak bertentangan dengan butir-butir kebijakan nasional dalam bidang pendidikan yang terdapat dalam dokumen RPJMN 2010 - 2014, yang telah menetapkan sebanyak 6 substansi inti program aksi bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: 1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan, 2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja. Untuk itu, substansi inti program aksi bidang kependidikan yang terkait dengan pendidikan kewirausahaan adalah penataan ulang kurikulum sekolah yang dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab keutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan (di antaranya dengan mengembangkan model (link and match). Di samping itu pelaksanaan pendidikan kewirausahaan sesuai dengan amanah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Keberhasilan program pendidikan kewirausahaan dapat diketahui melalui pencapaian kriteria oleh peserta didik, guru, dan kepala sekolah yang antara lain meliputi: 1) peserta didik memiliki karakter dan perilaku wirausaha yang tinggi, 2) lingkungan kelas yang mampu mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai kewirausahaan yang diinternalisasikan, dan 3) lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang bernuansa kewirausahaan.
Journal article

Mobilitas Sosial Dan Pendidikan Pada Masa Pendudukan Jepang

Mobilitas Sosial dan Pendidikan pada Masa Pendudukan Jepang
Suggested For You
Journal article

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas

This study aimed to examine the effect of quality of service and health facilities owned by the health center (Puskesmas) to the patient's satisfaction. Puskesmas as the spearhead of health services in the community are expected to provide quality service and have adequate health facilities so as to increase patient satisfaction.This research was conducted at the Puskesmas Mantrijeron Jl. Panjaitan Mantrijeron 52 Yogyakarta. Puskesmas Mantrijeron chosen as the study site because it is a health center that organizes the quality of health services by government programs of Yogyakarta and by standards of the ISO (International Organization For Standardization) 9001: 2008.Subjects were patients who had treatment and are being treated at the Puskesmas Mantrijeron during the past year. Data collected in the form of primary data derived from the questionnaire which distributed to each respondent. Methods of data analysis using multiple regression.The results showed that the quality of care and health facilities are significantly affects the increase in patient satisfaction. However, from the regression results indicate that the quality of service and health facilities was only able to explain of 39.1% patient satisfaction. While the remaining 60.9% is influenced by other factors.
Read more articles