Recently Published
Journal article

Tinjauan Sistematis: Efektifitas Palliative Home Care Untuk Pasien Dengan HIV/AIDS

Journal article

Studi Kualitatif Pola Kehidupan Pasien Kanker Payudara

Journal article

Penganggulangan Kemiskinan melalui Pengembangan Aset Komunitas

Journal article

Ruang Keseharian Sebagai Representasi Identitas

Journal article

Tinjauan Sistematis: Efektifitas Palliative Home Care Untuk Pasien Dengan HIV/AIDS

Journal article

Studi Kualitatif Pola Kehidupan Pasien Kanker Payudara

Journal article

Penganggulangan Kemiskinan melalui Pengembangan Aset Komunitas

Journal article

Ruang Keseharian Sebagai Representasi Identitas

Most Viewed
Journal article

Pemahaman Emansipasi Wanita

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui makna emansipasi wanita yang disampaikan R. A. Kartini padabuku Habis Gelap Terbitlah Terang. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami emansipasi wanita yangada dalam pemikiran Kartini dan tidak terjadi kesalahpahaman dalam menginterpretasi makna emansipasiwanita. Pada tulisan ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi hermeneutika JurgenHabermas. Habermas menyampaikan bahwa pemahaman dibagi menjadi tiga kelas ekspresi yakni bahasaatau linguistik, tindakan atau kegiatan dan pengalaman. Data yang dikumpulkan penulis dilakukan denganmengolah dokumentasi, studi pustaka dan menelusuri data online. Sementara untuk analisis data, penulismelakukan kategorisasi dan reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan. Penulis menguji keabsahandata dengan menggunakan bahan referensi dan mengadakan member check. Hasil penelitian pada tulisan iniadalah pemahaman emansipasi wanita dalam pemikiran R. A. Kartini yang tercantum pada buku Habis GelapTerbitlah Terang, memiliki dua keinginan. Bagi Kartini keinginannya sebagai perempuan adalah untuk bebasdan mandiri. Lebih jelasnya adalah pertama, sebagai perempuan Kartini ingin diberi kesempatan mengenyampendidikan di bangku sekolah. Keinginan Kartini yang kedua adalah menolak adanya pernikahan poligami.Kartini menulis untuk memperjuangkan emansipasi wanita. Pemikiran serta tindakan Kartini seperti initidak dapat lepas dari latar belakangnya yang merupakan anak selir dan berasal dari golongan bangsawan.Kesimpulan dari tulisan ini adalah perjuangan untuk bebas mengenyam pendidikan bagi perempuan danpenolakan atas pernikahan poligami. Dalam perjuangannya, Kartini menggunakan sastra sebagai alat untukmencapai hal tersebut. Pengalaman dan latar belakang Kartini sebagai anak selir menjadi alasan kuat dalammemperjuangkan emansipasi wanita. Tidak hanya itu, adat Jawa yang terlalu mengekang perempuan punturut memotivasi Kartini untuk berjuang membebaskan diri atas nama perempuan.
Journal article

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Wound Dehiscence pada Pasien Post Laparatomi

Wound dehiscence sering terjadi setelah pembedahan mayor abdomen menimbulkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Wound dehiscence dapat menimbulkan stress, eviserasi, reoperasi, gangguan citra tubuh, meningkatnya lama rawat dan biaya rawat, menurunkan kualitas hidup pasien serta kematian sehingga perlu menangani faktor yang mempengaruhi kejadian wound dehiscence. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wound dehiscence pada pasien dewasa post laparatomi di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. Metode penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 40 orang yang diambil dengan menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan kejadian wound dehiscence terjadi ketika perawatan di rumah (35%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara infeksi luka (p=0,0001), operasi emergensi (p = 0,020), hipoalbumin (p=0,037), anemia (p = 0,028), status nutrisi (0,010), dan adanya penyakit penyerta (p = 0,008) dengan kejadian wound dehiscence, serta tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor usia (p = 0,581) dan jenis kelamin (p= 0,604) dengan kejadian wound dehiscence. Penting bagi perawat untuk mengidentifikasi potensial faktor risiko wound dehiscence pada pasien yang dilakukan operasi laparatomi dan segera melakukan intervensi yang diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi wound dehiscence, diantaranya dengan melakukan discharge planning terkait perawatan luka dan pentingnya asupan protein yang adekuat supaya bisa dikenali ditahab mana terjadinya wound dehiscence.Kata kunci: Pasien, post laparatomi, wound dehiscence. Factors correlating of Wound Dehiscence in Patients after Laparatomi at Dr Hasan Sadikin General Hospital BandungAbsractWound dehiscence is often occurred after major abdominal surgery which impacts on morbidity and mortality rates and significantly contributes to prolonged hospital stays, implicit and explicit costs, associate with psychosocial stressor on patients, evisceration re-surgical operation, and may affect to quality of life patients. It is therefore necessary to identify factors affecting wound dehiscence. The aims of the study was to analyze factors correlating of post-operative wound dehiscence in adult patients at Dr Hasan Sadikin general hospital. Correlational analytic with cross sectional approach was used in this study. 40 patients were selected to be participated in this study by using consecutive sampling. Observations, interviews and study documents were conducted in data collection process. Univariate and Bivariate analysis with Chi Square were performed to analyze the data. Results of the study identified than wound dehiscence were occurred during patients at home (35%). Result of analysis bivariate showed that there was a significance correlation between wound infection (p=0, 0001), surgical emergency (p = 0,020), hypo albumin (p=0,037), anemia (p = 0,028), nutrition status (0,010), and other illness (p = 0,008) with wound dehiscence. Whereas, there was no correlation significantly between age factor (p = 0,581) and gender (p= 0,604) with wound dehiscence. It is important for nurses to identify potential risk factors of wound dehiscence in patients after post-operative laparotomy and prevent complication of wound dehiscence by doing discharge planning especially in term of wound care and the need of taking protein consumption adequately to avoid wound dehiscence.
Journal article

Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia

Journal article

Pengaruh Foot Massage Terhadap Kualitas Tidur Pasien Di Ruang ICU

Journal article

Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia

Journal article

Pengaruh Foot Massage Terhadap Kualitas Tidur Pasien Di Ruang ICU

Suggested For You
Journal article

Bekerja Sampai Mati: Kerja Dan Hidup Petani Tua Di Indramayu Selatan

The passage is on the activity of old peasants in searching for their lives. Age is importantly related to the process of production and the activity of searching for life. The difficulty level of aged persons in searching for life is varied, especially that it depends on the social economic background. In the level of poor peasants or labor peasants, getting old also means getting dragged out of the work market. Getting old means not only getting deafer but it also means becoming harder in searching for life.
Read more articles