Recently Published
Most Viewed
Journal article

Kontribusi Implementasi Pendidikan Karakter Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Berpikir Kreatif Serta Dampaknya Pada Kompetensi Kejuruan

Tujuan penelitian untuk mengetahui kontribusi secara langsung implementasi pendidikan karakter, lingkungan sekolah, dan berpikir kreatif terhadap kompetensi kejuruan serta untuk mengetahui kontribusi secara tidak langsung implementasi pendidikan karakter dan lingkungan sekolah terhadap berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) implementasi pendidikan karakter secara langsung berkontribusi dan signifikan terhadap kompetensi kejuruan peserta didik; (2) lingkungan sekolah secara langsung berkontribusi dan signifikan terhadap kompetensi kejuruan peserta didik; (3) berpikir kreatif secara langsung berkontribusi dan signifikan terhadap kompetensi kejuruan peserta didik; (4) implementasi pendidikan karakter berkontribusi secara tidak langsung terhadap kompetensi kejuruan melalui berpikir kreatif peserta didik; dan (5) lingkungan sekolah tidak berkontribusi secara tidak langsung terhadap kompetensi kejuruan melalui berpikir kreatif peserta didik.
Journal article

Kefektifan Pembelajaran Bermakna Melalui Lesson Study Di Sekolah Dasar

Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan pembelajaran bermakna melalui Lesson Study di sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SDN Percobaan 2 Malang dan SDN Ngaglik 1 Kota Batu pada siswa kelas 6. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest dan analisis data dengan menggunakan uji beda (t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Lesson Study di SDN Percobaan 2 Malang kurang efektif dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat terjadi karena ada faktor lain yang mungkin mempengaruhi keefektifan pelaksanaan Lesson Study, seperti kemampuan awal siswa yang sudah tinggi, sedangkan pelaksanaan Lesson Study di SDN Ngaglik 1 Batu efektif dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Sementara itu, rata-rata nilai postest antara SDN Percobaan 2 Malang dan SDN Ngaglik 1 Batu adalah sama, maka hasil belajar dengan pembelajaran Lesson Study cenderung sama pada dua sekolah tersebut.
Suggested For You
Journal article

Sistem Pembelajaran Dalam Keterpaduan Program Bina Keluarga Balita, Pendidikan Anak Usia Dini, Dan Posyandu Satu Kajian Intervensi Pembelajaran Terhadap Pengembangan Anak Usia Dini

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dicerminkan antara lain dengan meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi, tingkat pendidikan, kematangan emosional dan spiritual, tumbuh kembang optimal, kesejahteraan dan perlindungan. Pencapaian tumbuh kembang optimal sangat ditentukan oleh kualitas perkembangan usia dini sejak janin sampai usia 6 (enam) tahun. Pada periode ini tumbuh kembang anak harus dioptimalkan dengan menjaga kesehatan dan status gizi anak, memberikan stimulus yang mencukupi, dan menyediakan lingkungan yang mendukung. Jika ini tidak dilakukan, maka kemampuan otak dan tumbuh kembang anak menjadi terbatas yang akan terbawa sepanjang hayat. Upaya telah dilakukan dengan dibangunnya berbagai kegiatan di masyarakat yang menjadi cikal bakal pengembangan anak usia dini, seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Bina Keluarga Balita (BKB), Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Berbagai studi telah dilakukan dan hasilnya mengkonfirmasi permasalahan kurangnya dana, manajemen penyelenggaraan, koordinasi lintas maupun internal sektor, dan permasalahan kekurang-terampilan sumber daya manusianya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut telah disepakati upaya holistik dan integratif dalam penyelenggaraan melalui intervensi pembelajaran (instructional solution) dan intervensi bukan pembelajaran (non-instructional solution). Improving the quality of human resources is reflected partly by the increased level of health and nutritional status, level of education, emotional and spiritual maturity, optimal growth and development, welfare and protection. Achievement of optimal growth and development is largely determined by the quality of early childhood development from the fetus to the age of 6 (six) years. At this period of development of the child must be optimized to maintain the health and nutritional status of children, provide a sufficient stimulus, and provide a supportive environment. If this is not done, then the ability of the brain and child development to be carried away into a limited lifetime. Efforts have been made with the construction activities in the community that became the forerunner of early childhood development, such as Integrated Service Post (IHC), BKB (BKB), a Child Care (TPA), Group Play, and Early Childhood Education (early childhood ). Various studies have been conducted and the results confirm the problems of lack of funds, implementation management, internal and cross-sector coordination, and problems of lack of skills of its human resources. To overcome these problems have been agreed upon holistic and integrative efforts within the organization through learning interventions (instructional solution) and not the learning intervention (non-instructional solution).
Read more articles
Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This academic journal is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon