Recently Published
Most Viewed
Journal article

Klasifikasi Kelompok Umur Manusia Berdasarkan Analisis Dimensifraktal Box Counting Dari Citra Wajah Dengan Deteksi Tepi Canny

Klasifikasi kelompok umur manusia dalam penelitian ini dibagi menjadi empat kelompok yaitu kanak-kanak (5-11 tahun), remaja (12-25 tahun), dewasa (26-45 tahun), dan lansia (46-65 tahun). Klasifikasi kelompok umur manusiadapat didasarkan pada intensitas kerutan yang nampak pada citra wajah. Metode yang dapat digunakan untukmenganalisis intensitas kerutan tersebut salah satunya yaitu dimensi fraktal box counting. Untuk mendapatkanpenampakan kerutan wajah yang lebih jelas pada citra wajah dapat digunakan deteksi tepi Canny dan beberapapengolahan citra yang lain seperti konversi warna citra.Dalam penelitian ini digunakan data 60 citra wajah individu yang diambil secara langsung dari warga desaNgingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Data tersebut terdiri dari empat kelompok sesuai dengan kelompokumur di depan dan masing-masing kelompok terdiri dari 15 citra. Data citra tersebut diolah menjadi citra grayscale yangkemudian dilakukan deteksi tepi Canny. Setelah didapat citra tepi wajah kemudian dilakukan penghitungan dimensifraktal box counting. Nilai dimensi fraktal digunakan untuk klasifikasi. Data citra dibagi secara acak menggunakanmetode k-fold cross validation (k=5) menjadi 5 partisi dan dilakukan 5 kali iterasi. Kemudian dilakukan klasifikasi daritiap data citra menggunakan metode 𝜅𝑁𝑁 (𝜅-Nearest Neighbor) dengan percobaan nilai 𝜅=1, 2, 3, hellip;, dan 12. Didapatnilai akurasi paling optimal yaitu 98,33% ketika nilai 𝜅=2.
Journal article

Penyebaran Citrus Tristeza Virus pada Tanaman Jeruk dengan Waktu Tundaan

Tanaman jeruk merupakan salah satu tanaman dengan produksi buah terbesar di dunia. Tanaman jeruk dapat terserang penyakit yang dapat disebabkan oleh virus misalnya Citrus Tristeza Virus (CTV), disebarkan oleh kutu daun (Toxopteda citricida). CTV dapat menyebabkan beberapa efek untuk tanaman jeruk antara lain kerdil, klorosis pada daun, gugurnya bunga, penurunan jumlah produksi tanaman jeruk, dan ukuran buah menjadi kecil. Tujuan penelitian ini untuk merekonstruksi model matematika penyebaran Citrus Tristeza Virus pada tanaman jeruk tanpa dan dengan waktu tundaan berdasarkan model SIR-SI. Populasi tanaman jeruk terdiri dari subpopulasi tanaman jeruk rentan , terinfeksi , dan sembuh . Sedangkan populasi serangga terdiri dari subpopulasi serangga rentan dan terinfeksi . Model matematika direkonstruksi tanpa dan dengan waktu tundaan. Model penyebaran Citrus Tristeza Virus pada tanaman jeruk tanpa dan dengan waktu tundaan dengan jumlah dalam ratusan dan parameter 0,2) memiliki titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik . Oleh karena itu, analisis kestabilan model di sekitar titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik tanpa dan dengan waktu tundaan menunjukkan bahwa model stabil asimtotik. Selain itu, bilangan reproduksi dasar ditentukan untuk nilai parameter , dengan untuk keadaan bebas penyakit dan ,30 untuk keadaan endemik. Simulasi tanpa dan dengan waktu tundaan pada tanaman jeruk , waktu tundaan pada serangga , total populasi pada tanaman jeruk dan populasi serangga , dengan memililih , respon model stabil asimtotik menuju titik kesetimbangan bebas penyakit dan , respon model stabil menuju titik kesetimbangan endemic . Dengan menerapkan waktu tundaan, dapat disimpulkan bahwa penyebaran CTV pada tanaman jeruk dapat dihambat dengan mempercepat panen sebelum tanaman jeruk terinfeksi virus, sehingga panen buah jeruk dapat lebih baik dibandingkan tanpa waktu tundaan.
Journal article

Model Siklus Bisnis Is-lm dengan Tundaan

Journal article

Bilangan Prima Fibonacci

Journal article

Indeks Harary Graf Hamilton, Semi-Hamilton dan Hamilton-Kuat

Suggested For You
Journal article

Bilangan Kromatik Linier dari Kompleks Persekitaran Graf Sederhana

Pewarnaan k- linier dari komplek simplisial adalah pewarnaan α: X → [k] dari  Δ  jika  dan hanya  jika  α(x)  =  α(y)  untuk suatu  x,y ∈  X  maka  Ƒ∆(   ) ⊆  Ƒ∆(   ) atau  Ƒ∆(   )  ⊆  Ƒ∆(   )  berlaku.  Bilangan  kromatik  linier  dari  komplek  simplisial adalah  bilangan  bulat  positif  k  terakhir  dari  pewarnaan  k-linier  pada  komplek simplisial.   Pewarnaan   k-   linier   dan   bilangan   kromatik   linier   dari   komplek simplisial  dapat dikembangkan pada komplek persekitaran graf. Permasalahan   yang   diangkat   dalam   skripsi   ini   adalah   bagaimana   cara mencari  bilangan  kromatik  linier pada  komplek  persekitaran  graf  sederhana  dan bagaimana   hubungan   antara   bilangan   kromatik   pada   graf   sederhana   dengan bilangan kromatik linier pada komplek persekitaran graf sederhana.  Cara mencari bilangan kromatik linier dari komplek persekitaran graf sederhana adalah mencari bilangan    bulat    positif    terakhir    k    dari    pewarnaan   k-linier    pada    komplek persekitaran. Untuk sebarang graf G, λ(N(G)) ≥   X(G) dimana  X(G) dinotasikan dengan bilangan kromatik titik pada graf  G;  Misal G  adalah  graf,  maka X  (G) =  maks{ X (Gi)    Gi  adalah komponen dari G}; Misalkan G adalah graf dengan G1,  G2,…,Gn. maka  λ(N (G))  = ∑     (N (     ));  Jika  G adalah  graph  N-linier, maka  G terhubung; Jika  G  isomorfik  dengan  H,  maka  λ  (N  (G))  =  λ  (N  (H));  Jika  G  adalah  graf  N- linier dan G ≅ H, maka H adalah graf N-linier.   Kata       kunci:       komplek   simplisial,    graf    sederhana,   komplek    persekitaran, pewarnaan linier, bilangan kromatik
Journal article

Subgrup Normal Pada Q-fuzzy

Journal article

Integral H1

Journal article

Semigrup Kanselatif Berdasarkan Konjugat

Journal article

Dual pada Matroid

Read more articles
Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This academic journal is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon