Recently Published
Policy brief

Mengembangkan BUMDesa untuk Transformasi Ekonomi Desa

Masyarakat desa yang sejahtera adalah tujuan besar lahirnya UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa). Melalui pengembangan ekonomi lokal dan/atau BUMDesa yang berbasis pada potensi serta aset yang ada di desa, diharapkan ekonomi di desa bergeliat, kesejahteraan akan tumbuh. Potensi dan sumberdaya yang ada di desa tidak dieksploitasi oleh orang-orang dari luar desa, melainkan dinikmati oleh masyarakat desa sendiri. Dalam mengelola dan mengembangkan aset serta potensi yang ada di desa, kami berpandangan BUMDesa merupakan pilihan pelembagaan yang strategis. Karena, basis pengelolaan BUMDesa adalah desa, bukan individu atau kelompok. Selain itu, temuan riset yang kami lakukan menunjukkan; BUMDesa selama ini terbukti dapat mencegah munculnya ketegangan-ketegangan atau potensi konflik antar warga ataupun antar kelompok warga. Sementara, model usaha ekonomi bersama yang tidak dilembagakan lewat BUMDesa mudah memicu terjadinya perselisihan antar warga dan kelompok warga (Sunaji, dkk., 2015). Permasalahan utama dalam pengembangan BUMDesa adalah bagaimana desa dapat mewujudkan BUMDesa seperti yang dimandatkan UU Desa, ditengah berbagai persoalan yang menghambat pengembangan BUMDesa (gambar 1). Policy brief ini disusun untuk mengidentifikasi berbagai persoalan dan alternatif solusi kebijakan dalam rangka transformasi ekonomi di desa melalui BUMDesa.
Working paper

Informasi Menguatkan Kebijakan: Studi Episode Komitmen Kota Denpasar Mewujudkan Kebijakan Integrasi Kota Layak Anak, Kota Ramah Lansia, dan Ruang Terbuka Hijau dalam Kota Sehat

Studi Episode ini menuturkan perjalanan terbentuknya kebijakan integrasi Kota Layak Anak, Kota Ramah Lansia dan Ruang Terbuka Hijau dalam Kota Sehat di Kota Denpasar. Studi yang mengurai bagaimana suatu riset Asesmen Kota Ramah Lanjut Usia yang dilakukan SurveyMETER dan CAS UI tahun 2013 serta faktor-faktor berpengaruh lainnya dapat memperkuat kebijakan. Ada lima faktor berpengaruh yang ditemukan dalam studi episode ini. Pertama, keinginan pemerintah kota yang adaptif dan terencana. Kedua, adanya pemimpin pemerintah daerah yang memiliki pola pikir efisien dan berani berinovasi. Ketiga, adanya kepercayaan pembuat kebijakan pada peneliti. Keempat, riset memberikan rekomendasi yang rinci tentang indikator, target dan usulan periode pencapaian, yang bisa diadopsi langsung oleh pengambil kebijakan. Kelima, kejelasan komunikasi, dimana informasi hasil riset disampaikan secara sederhana.
Most Viewed
Book

SAINS45: Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan (Edisi Final)

Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, SAINS45, adalah buah pikir dan hasil karya ilmuwan muda Indonesia. Mereka yang berusaha keras untuk tetap dapat berkarya dan memberikan yang terbaik bagi negeri ini, meski gamang akan dukungan yang diberikan negara untuk mempertahankan keunggulan ilmiah mereka. Perumusan agenda ini menelaah sains apa yang dibutuhkan Indonesia untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, makmur, sejahtera, unggul, kompetitif, dan disegani dunia. SAINS45 terdiri atas 45 pertanyaan mendasar yang dikelompokkan dalam delapan gugus masalah, yaitu: (i) Identitas, Keragaman, dan Budaya; (ii) Kepulauan, Kelautan, dan Sumber Daya Hayati; (iii) Kehidupan, Kesehatan, dan Nutrisi; (iv) Air, Pangan, dan Energi; (v) Bumi, Iklim, dan Alam Semesta; (vi) Bencana Alam dan Ketahanan Masyarakat terhadap Bencana; (vii) Material dan Sains Komputasional; dan (viii) Ekonomi, Masyarakat, dan Tata Kelola.
Policy brief

Pengetahuan dan Kearifan Lokal: Prasyarat Keberlanjutan Pengelolaan Sumber Daya Air

Perkumpulan PIKUL atas dukungan Knowledge Sector Initiative melakukan riset untuk menemukan prasyarat-prasyarat keberanjutan dalam pengelolaan sumber daya air di Nusa Tenggara Timur. Pilihan pada tema pengelolaan sumber daya air bukan tanpa alasan. NTT dikenal sebagai provinsi dengan musim hujan yang pendek dan potensi cekungan air tanah yang kecil. Walaupun demikian rata-rata curah hujan yang berkisar 1.200 mm/tahun sebenarnya dapat mensuplai 18.257 milyar m³ air per tahun. Potensi air ini semestinya dapat memenuhi kebutuhan air irigasi yang mencapai 9.401 milyar m³ untuk areal irigasi seluas 352.386 Ha dan air non irigasi 0,629 milyar.
Suggested For You
Policy brief

Menciptakan Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia

Book

SAINS45: Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan (Edisi Konsultasi)

Policy brief

Creating an Indonesian Science Fund

Report

Ringkasan Eksekutif Menciptakan Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia

Report

Evaluasi Perda Pungutan di Era UU No.28 Tahun 2009

Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This institutional repository is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon