Tanggap Beberapa Varietas Kedelai Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Bio P 2000z

Rosi Widarawati • Santi Dwi Astuti

Download full text
(Bahasa Indonesia, 7 pages)

Abstract

Kedelai merupakan salah satu produk pertanian yang dapat dikembangkan secara organik berbasis bahan lokal organik untuk meningkatkan nilai tambah, nilai ekonomi, dan keberlanjutan pemanfaatan kearifan lokal. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pertumbuhan dan hasil lima varietas kedelai 2) Mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terhadap pemberian pupuk Bio P2000Z 3). Mengetahui kombinasi antara varietas dan pemberian Pupuk Bio P2000Z. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental di lahan percobaan Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dengan menggunakan lima varietas kedelai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan faktor pertama adalah lima varietas kedelai dan faktor kedua perlakuan pemberian pupuk Bio P2000Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan pupuk Bio P2000Z yang dicoba pada tanaman kedelai berpengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan. Perlakuan pupuk memberikan hasil pertumbuhan yang baik pada variabel tinggi tanaman. Diantara lima varietas yang dicoba terdapat perbedaan sangat nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman. Varietas Grobogan yang memperoleh nilai tertinggi pada variabel tinggi tanaman, yaitu 18,37 cm. Perlakuan pupuk BioP2000Z menghasilkan indeks panen yang tertinggi dibandingkan tidak diberikan pupuk. Kombinasi terbaik diperoleh pada varietas Tanggamus yang diberikan pupuk Bio P2000Z (V5P1) memberikan pertumbuhan yang paling baik pada tinggi tanaman yaitu 65,977cm dan umur panen yaitu 87 (hari) serta jumlah polong per tanaman yaitu 19,60.

 

Metrics

  • 143 views
  • 88 downloads

Conference

Seminar Nasional "Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II"

  • Konferensi di Purwokerto, Indonésia pada tahun 2012
  • 56 articles

Seminar Nasional "Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II” was held... see more