Fungal Peritonitis Pada Pasien Dengan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis

Tika Adilistya • Ina Susianti Timan
Journal article YARSI medical Journal • August 2016

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

Fungal peritonitis hanya terjadi pada 3-6% kasus dialysis-related peritonitis namun angka mortalitasnya sangat tinggi. Gambaran klinis tidak spesifik sehingga sulit dibedakan dengan peritonitis bacterial. Analisis dan biakan cairan dialisat berperan penting sebagai pedoman terapi antimikroba.Laki-laki berusia 22 tahun menjalaniCAPD selama 10 tahun, datang ke RS dengan nyeri Perut berat pada saat inflow dan outflow cairan. Pada pemeriksaan analisis cairan didapatkan makroskopis kuning keruh, hitung leukosit 2.580 sel/L dengan PMN sebanyak 90%, dan kadar protein total 1.0mg/dL. Pada pemeriksaan biakan ditemukan Candida Tropicalis.Pemeriksaan analisis cairan dialisat peritoneal belum lazim dilakukan dan sampai saat ini belum terdapat nilai rujukan. Pada pasien ini dijumpai cairan keruh, jumlah leukosit lebih dari 100 sel/L dengan dominasi PMN, serta biakan positif, sehingga memenuhi kriteria diagnosis fungal peritonitis menurut International Society of Peritoneal Dialysis tahun 2009. Pada pasien ini dijumpai kadar protein total 1,0g/dL. Dalam keadaan normal, caira dialisat tidak mengandung protein. Adanya peritonitis menyebabkan pembukaan pori besar pada membrane peritoneum sehingga terjadi kobocoran makromolekul.Analisis caira dialisat penting dilakukan pada kecurigaan infeksi. Diagnosis fungal peritonitis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan analisis cairan serta dipastikan melalui pemeriksaan biakan.

Metrics

  • 392 views
  • 598 downloads

Journal

YARSI medical Journal

Jurnal Kedokteran YARSI (English: YARSI Medical Journal) publishes novel research findings and li... see more