Gambaran Kondisi Pertambangan Batu Bara Pada Kejadian Status Gizi Ibu Hamil Di Provinsi Kalimantan Selatan (Analisis Lanjut Riskesdas 2007)

Luxi Riajuni Pasaribu
Journal article Indonesian Journal of Reproductive Health • 2014 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstract

Latar Belakang: Tujuan kelima Millenium Development Goals (MDGs) Indonesia adalah meningkatkan kesehatan ibu. Tantangannya adalah Kurang Energi Kronik (KEK) dan salah satu penyebabnya adalah lingkungan. Provinsi Kalimantan Selatan adalah daerah penghasil batu bara terbesar di Kalimantan dengan persentase Wanita Usia Subur berisiko KEK yang tinggi (14%), lebih tinggi dari angka rata-rata Indonesia (13,6%) serta ada 69,3% keluarga di provinsi ini yang konsumsi kalorinya lebih rendah dari angka rata-rata di Indonesia (1735,5 Kkal) menurut data Riskesdas 2007. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kurangnya konsumsi energi pada wanita hamil. Metode:Analisa data-data kesehatan dari Riskesdas 2007 dan jumlah pertambangan batu bara dan produksinya di Provinsi Kalimantan Selatan dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara risiko Kurang Energi Kronik pada ibu hamil dengan pertambangan. Analisis variabel-variabel tersebut di atas menggunakan program SPSS. Tahap analisis dimulai dari recode, menggabungkan beberapa variabel, weighting, lalu analisis mulai dari univariat sampai bivariat. Hasil:Pada analisis data dengan uji t menunjukkan bahwa memang ada hubungan antara jumlah pertambangan batu bara dan jumlah produksi batu bara dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Dalam analisis selanjutnya, risiko tertinggi terdapat pada adanya pertambangan (1,228 kali), ibu hamil yang bekerja sebagai buruh (1,339 kali), dan adanya jarak dari rumah ke sumber polusi industri (1,198 kali). Selanjutnya, semakin baik kualitas ekonomi keluarga, semakin kecil risikonya terutama di kuintil 4 jika dibandingkan dengan keluarga termiskin di kuintil 1. Kesimpulan : Hasil analisis ini menunjukkan bahwa keberadaan pertambangan berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan kejadian risiko KEK pada ibu hamil. Oleh karena itu program perbaikan memerlukan intervensi pada program kesehatan gizi dan perbaikan pada lingkungan.

Metrics

  • 313 views
  • 213 downloads

Journal

Indonesian Journal of Reproductive Health

Jurnal Kesehatan Reproduks (Indonesian Journal of Reproductive Health) is an authoritative source... see more