Gambaran Peresepan Beta Blocker Pada Pasien Gagal Jantung Yang Dirawat Inap Di Rsup Dr Kariadi Semarang Periode Januari-desember 2013

Christian Suryajaya • Ilham Uddin • Sefri Noventi Sofia
Journal article Jurnal Kedokteran Diponegoro • 2014

Abstract

Latar Belakang Gagal jantung adalah keadaan patofisiologis ketika jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan. Gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang terus berkembang di dunia dan prevalensinya terus meningkat secara eksponensial seiring pertambahan usia serta menyebabkan penurunan kualitas hidup. Pedoman terapi medikamentosa telah disusun sebagai petunjuk dan rekomendasi dokter dalam memberikan terapi bagi pasien gagal jantung. Beta blocker adalah salah satu obat yang direkomendasikan. Namun penggunaan beta blocker sebagai terapi gagal jantung masih kurang dimanfaatkan.Tujuan Mengetahui gambaran peresepan beta blocker pada pasien gagal jantung yang pernah dirawat inap di RSUP Dr. Kariadi selama bulan Januari-Desember 2013 yang mengacu kepada pedoman pengobatan gagal jantung yang digunakan secara Internasional.Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data penelitian diambil dari rekam medik pasien gagal jantung yang dirawat inap di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari sampai Desember 2013 dengan metode systematic random sampling. Hasil perhitungan besar sampel minimal adalah 207 untuk variabel skala kategorik dan 201 untuk variabel skala numerik yaitu usia pasien. Pada penelitian ini indikasi pemberian terapi beta blocker mengikuti guideline yang disusun oleh European Society of Cardiology (ESC) pada tahun 2012, yaitu pasien gagal jantung dengan klasifikasi NYHA II-IV dengan dosis yang telah disepakati berdasarkan randomized trial.Hasil Ditemukan 69 pasien (32,2%) yang mendapat terapi beta blocker dan 145 pasien (67,8%) yang tidak mendapat beta blocker. Dari 69 pasien tersebut, sebanyak 65 pasien (94,20%) menerima terapi yang sesuai indikasi. Beberapa alasan kelompok pasien yang tidak mendapat beta blocker yaitu 72 pasien mendapat terapi diuretik curiga kongesti (49,66%), 25 pasien kongesti (17,24%), 6 pasien hipotensi (4,14%), 3 pasien bradikardia (2,07%), 5 pasien asma (3,45%), 7 pasien syok (4,83%), 2 pasien mendapat terapi ivabradine curiga kontraindikasi / intoleransi beta blocker (1,38%), dan 35 pasien (24,14%) tidak diketahui alasannya tidak diresepkan.Kesimpulan Peresepan beta blocker terhadap pasien rawat inap sebesar 32,2% dan 94,20% pasien gagal jantung yang dirawat inap mendapat terapi beta blocker sesuai indikasi.

Metrics

  • 38 views
  • 7 downloads

Journal

Jurnal Kedokteran Diponegoro

Jurnal Kedokteran Diponegoro (JKD) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran da... see more