Perbedaan Skor Apgar Pada Ketuban Pecah Dini Usia Kurang Dari 34 Minggu Yang Diberi Dan Tidak Diberi Deksametason

Roosdhantia, Isnia Rahmi • Dewantiningrum, Julian
Journal article Jurnal Kedokteran Diponegoro • 2012

Abstract

Latar belakang: Salah satu penyebab persalinan prematuritas adalah ketuban pecah dini. Komplikasi yang sering terjadi pada bayi preterm adalah sindroma gawat pernafasan yang disebabkan karena paru-paru belum matang. Pengelolaan secara konservatif ketuban pecah dini pada kehamilan preterm memerlukan pemberian deksametason yang berfungsi untuk mempercepat pematangan paru-paru sehingga bayi akan memiliki skor apgar yang lebih baik.Tujuan: Mengetahui perbedaan skor apgar pada kehamilan kurang dari 34 minggu yang mangalami ketuban pecah dini antara yang diberi dan tidak diberi deksametason.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif dengan pendekatan studi Case control. Jumlah sampel sebanyak 60 yang terdiri dari 39 subyek ibu hamil yang diberi terapi deksametason dan 21 subyek ibu hamil yang tidak diberi deksametason. Analisa data dilakukan dengan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua karakteristik pasien, hanya cara persalinan (OR = 4,185 ; IK 95% : 1,155 – 15,160 ; p = 0,045) dan luaran janin (OR = 0,304 ; IK 95% : 0,204 – 0,451 ; p = 0,012) yang didapatkan hubungan signifikan, sedangkan skor apgar menit ke-1 (OR = 2,941 ; IK 95% : 0,32 – 26,998 ; p = 0,412), skor apgar menit ke-5 (OR = 2,38 ; IK 95% : 0,668 – 8,48 ; p = 0,174), dan skor apgar menit ke-10 (OR = 2,588 ; IK 95% : 0,856 – 7,824 ; p = 0,088) tidak didapatkan perbedaan yang signifikan.Kesimpulan: Tidak didapatkan perbedaan antara skor apgar pada kejadian ketuban pecah dini dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu yang diberi dan tidak diberi deksametason.

Metrics

  • 57 views
  • 30 downloads

Journal

Jurnal Kedokteran Diponegoro

Jurnal Kedokteran Diponegoro (JKD) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran da... see more