Pemaknaan Popularitas Instan pada Acara Reality Show Televisi (Studi Tentang Acara Big Brother di Trans TV dan Penghuni Terakhir di ANTV pada Kalangan Mahasiswa Pekerja Malang)

M. Himawan Sutanto
Journal article None • March 2013

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

PEMAKNAAN POPULARITAS INSTAN PADA ACARA REALITY SHOWTELEVISI (STUDI TENTANG ACARA BIG BROTHER DI TRANS TV DANPENGHUNI TERAKHIR DI ANTV PADA KALANGAN MAHASISWA PEKERJAMALANG)Instant Popularity Meanings In Reality Show Television (Studies show Big Brother inTrans TV and last occupant in the quiz on Student Among Workers Malang)M. Himawan SutantoJurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Muhammadiyah MalangEmail: himawanactivist@gmail.comABSTRACTReality show to be one way to gain popularity through television. The number of reality programsmake the audience more tergiring oriented view to instant popularity. but the views are understood asbeing a passive audience and always agreed with television has changed the view of understanding theaudience as a highly active. The position of the audience is no longer as weak in interpreting realityshow. But the audience has a stronger position in interpreting television. The position is not just only thedominant audience by television programs but also can position negotied or even opposition position.Audience in this research tends to be negotied position. It is highly influenced by idealism and educationallevel of informants involved. Negotied position demonstrates the importance of the audience in thebackground to interpret and make sense of television media exposure.Keywords: reception, Popularity, Reality ShowABSTRAKReality show menjadi salah satu cara untuk mendapatkan popularitas melalui televisi. Jumlah programreality membuat penonton lebih tergiring pandangannya berorientasi pada popularitas instan. tapi pandangantersebut dipahami oleh penonton secara pasif dan selalu tertuju pada televisi. Televisi telah mengubahpandangan dan pemahaman penonton menjadi sangat aktif. Posisi penonton tidak lagi lemah dalammenafsirkan reality show. Tapi penonton memiliki posisi yang lebih kuat dalam menafsirkan televisi. Tidakhanya penonton yang mendominasi pada program televisi tetapi juga dapat posisi negosiasi atau bahkanoposisi. Penonton dalam penelitian ini cenderung negosiasi posisi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh idealismedan tingkat pendidikan informan yang terlibat. Posisi negosiasi menunjukkan pentingnya penonton di latarbelakangi untuk menafsirkan dan memahami paparan media televisi.Kata kunci: penerimaan, popularitas, Reality Show

Metrics

  • 222 views
  • 227 downloads

Journal

None

Jurnal Humanity is a peer-reviewed journal that publishes original research and literature review... see more