Journal article // Humaniora






Hikayat Amir Hamzah: Jejak dan Pengaruhnya dalam Kesusastraan Nusantara
2001  //  DOI: 10.22146/jh.v13i1.708
Kun Zachrun Istanti

Metrics

  • Eye Icon 2021 views
  • Download Icon 2012 downloads
Metrics Icon 2021 views  //  2012 downloads
Abstract

Dalam kesusastraan Melayu klasik, terdapat sejumlah cerita yang dapat dikategorikan sebagai cerita pahlawan Islam, misalnya Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat Amir Hamzah (selanjutnya disingkat HAH) dan Hikayat Muhammad Hanafiyyah (Winstedt, 1940: 63-68, Iskandar, 1995:127-148). Ketiga hikayat itu mempunyai struktur asasi sebuah hikayat Melayu sebagai berikut (Brakel, 1975: 76-77): tergolong sebagai karya sastra yang ditulis dalam huruf Jawi (huruf Arab, bahasa Melayu); pengarang tidak diketahui (anonim); menceritakan kisah-kisah yang menakjubkan; disalin dari satu naskah ke naskah lain; sewaktu menyalin si penyalin bebas mengubah, menambah, dan mengurangi hal-hal yang dianggapnya perlu. Ketiga hikayat itu dikategorikan sebagai hikayat pahlawan Islam karena berisi perjuangan tokoh utama yang mencurahkan hidupnya untuk menegakkan Islam (artinya ia turut serta dalam menyebarkan, menjaga, mempertahankan, dan membela agama Islam) (Dipodjojo, 1981: 122).

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 2021 views
  • Download Icon 2012 downloads
Metrics Icon 2021 views  //  2012 downloads