Journal article // Humaniora






Asimilasi, Akulturasi, dan Integrasi Nasional
1999  //  DOI: 10.22146/jh.v11i3.668
Hari Poerwanto

Metrics

  • Eye Icon 1294 views
  • Download Icon 426 downloads
Metrics Icon 1294 views  //  426 downloads
Abstract

Sejak lama, para ahli antropologi tertarik pada peristiwa pertemuan dua kebudayaan atau Iebih, terutama sejauh manakah hal tersebut dapat menyebabkan Perubahan, baik sosial maupun budaya. Sementara itu, juga disadari bahwa berubahnya unsur-unsur suatu kebudayaan tidak selalu dapat diartikan sebagai kemajuan, namun dapat pula dianggap sebagai kemunduran suatu masyarakat. Untuk memahami pertemuan dua kebudayaan atau lebih di kalangan suku-suku bangsa dan kebudayaan di Indonesia yang beranekawarna, perlu dikaji berbagai bentuk interaksi sosial mereka . Kelompok sosial dan lembaga kemasyarakatan di kalangan berbagai suku bangsa tersebut adalah bentuk struktural dari masyarakat, dan dinamikanya tergantung pada pola perilaku warganya dalam menghadapi suatu situasi tertentu .

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 1294 views
  • Download Icon 426 downloads
Metrics Icon 1294 views  //  426 downloads