Wayang Golek Menak sebagai Media Dakwah Islam

Kun Zachrun Istanti
Journal article Humaniora • 1996

Download full text
(5 pages)

Abstract

Salah satu makna kata "wayang" adalah bayangan angan-angan, yaitu menggambarkan nenek moyang dalam angan-angan. Oleh karena itu, dalam merciptakan segata bentuk wayang selalu dlsesuaikan dengan tingkah laku tokoh yang dibayangkan dalam angan-angan. Sebagai contoh, orang baik dgambarkan badannya lurus, mukanya tajam, sedangkan orang jahat digambarkan dengan bentuk mulut yang besar, muka lebar, dan sebagainya (Jasawi-dagdo dalam Zarkasi, 1977:21).Wayang golek dibentuk seperti manusia, dibuat dari kayu jaranan, kayu kemiri, dan kayu mentaos (Kuswaji. 1957:10). Wayang golek atau disebut wayang tengul biasanya menceritakan cerita Menak yang sejak dahulu jarang dipentaskan secara tuntas (menyeluruh) seperti halnya wayang purwa. Hal ltu terjadi karena terlalu banyak carangan cerita dengan dasar pola yang sama sehinggacenderung agak membosankan. Wayang golek itu serdiri tidak sepopuler ceritanya (dalam hal ini cerita Menak). Cerita Menak dianggap sebagai karya sastra yang terkenal sebab merupakan cerita kepahlawanan yang disela~selingi dengan adegan percintaan.

Metrics

  • 372 views
  • 97 downloads

Journal

Humaniora

Humaniora is a peer-reviewed quarterly journal founded in 1989 that publishes original research a... see more