Valuasi Ekonomi Lingkungan Dampak Abrasi Menggunakan Metode Replacement Cost, Hedonic Pricing Dan Loss of Income (Studi Kasus: Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang)

Monika Elisabeth Gabriel • Arya Rezagama • Badrus Zaman
Journal article Jurnal Teknik Lingkungan • 2017

Abstract

Abrasi menyebabkan kualitas air yang menurun dengan terjadinya peningkatan salinitas air bersih menyebabkan penduduk harus membayar lebih untuk pemenuhan kebutuhan air serta menyebabkan adanya kehilangan pendapatan sawah dan tambak di Kelurahan Mangunharjo. Kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan ini bisa berpotensi memiliki pengaruh juga terhadap harga lahan yang ada. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap dampak abrasi serta menghitung estimasi valuasi ekonomi lingkungan dari kerugian akibat dampak abrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk mengetahui persepsi masyarakat serta metode replacement cost, hedonic pricing dan loss of income untuk analisis valuasi ekonomi lingkungan dari kerugian akibat dampak abrasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, persepsi 50% responden terhadap dampak abrasi menyatakan kondisi lingkungan semakin memburuk. Dilakukan perhitungan biaya pengganti (replacement cost) air bersih baik dari penyediaan sumur dan air isi ulang dengan total biaya pengganti sebesar Rp 2.916.466.336 selama satu tahun pada tahun 2015. Selain itu, hedonic pricing dilakukan dengan uji regresi linier berganda untuk melihat pengaruh kondisi lingkungan terhadap harga lahan dimana faktor yang berpengaruh terhadap harga lahan yaitu status kepemilikan lahan dan aksesibilitas, sedangkan biaya air bersih dan frekuensi genangan air laut tidak berpengaruh. Valuasi ekonomi lingkungan yang terakhir dilakukan yaitu dengan metode loss of income untuk mengetahui kehilangan pendapatan dari petani dan petambak di Kelurahan Mangunharjo. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan rata-rata pendapatan yang hilang dari petambak selama 1 tahun sebesar Rp 49.595.803, rata-rata pendapatan yang hilang dari petani yang menjadi petambak sebesar Rp 18.161.400 dalam setahun dan rata – rata pendapatan yang hilang selama 1 tahun dari petani sebesar Rp 10.639.733 akibat abrasi.

Metrics

  • 749 views
  • 523 downloads

Journal

Jurnal Teknik Lingkungan

Jurnal Teknik Lingkungan acts as a medium for publication, communication and development of scien... see more