Studi Tentang Implementasi Pembelajaran Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Bengkel Mesin VEDC Malang

Basuki Basuki

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan elemen penting yang harus selalu diperhatikan, dibina dan diprioritaskan setiap melakukan pekerjaan kapanpun dan dimanapun. Dimana setiap pekerjaan yang berhubungan dengan permesinan dan alat bantu lain yang digunakan, selalu berhubungan dengan resiko kecelakaan. Maka dari itu bagi Lembaga, Perusahaan, Industri dan Pengelola Bengkel Mesin, wajib mengimplementasikan Undang-Undang No. 1 Th.1970 tentang Keselamatan Kerja. Tujuan penelitian, (1) Mendeskripsikan implementasi pembelajaran keselamatan kerja. (2) Mendeskripsikan implementasi pembelajaran kesehatan kerja. (3) Mendeskripsikan kondisi bengkel teknik mesin ditinjau dari keselamatan dan kesehatan kerja. Sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi/total sampel. Teknik pengumpulan data penelitian dengan cara membagikan angket dan observasi. Jenis penelitian adalah kuantitatif, dengan pendekatan analisis data statistik deskriptif yaitu, dengan mencari komulatif nilai mean/rata-rata skor tiap item pada tiap variabel dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS ver.10. Hasil penelitian dan pembahasan, (1) Penyajian materi keselamatan kerja integrasi dengan lembar tugas kerja praktek dan 100% Instruktur selalu memberi peringatan lisan kepada praktikan, tentang tindakan keselamatan kerja sebelum pelaksanaan praktek dan komulatif nilai mean sebesar 4,09. (2) Penyajian materi kesehatan kerja integrasi dengan lembar tugas kerja praktek dan 100% Instruktur selalu memberi peringatan lisan kepada praktikan, tentang tindakan kesehatan kerja sebelum pelaksanaan praktek dan komulatif nilai mean sebesar 4,20. (3) Kondisi bengkel teknik mesin berdasarkan observasi, sudah sesuai dengan persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja, dan komulatif nilai mean sebesar 4,18. Kesimpulan hasil penelitian, (1) Implementasi pembelajaran keselamatan kerja terintegrasi dalam lembar tugas kerja praktek, tetapi semua Instruktur selalu memberi peringatan lisan kepada praktikan, tentang tindakan keselamatan kerja sebelum pelaksanaan praktek, agar praktikan terhindar dari kecelakaan akibat kerja. Artinya semua Instruktur berusaha mematuhi Undang undang No.1, Th. 1970 tentang Keselamatan Kerja. (2) Implementasi pembelajaran kesehatan kerja terintegrasi dalam lembar tugas kerja praktek, tetapi semua Instruktur selalu memberi peringatan lisan kepada praktikan, tentang tindakan kesehatan kerja sebelum pelaksanaan praktek, agar praktikan terhindar dari sakit akibat kerja. Artinya semua Instruktur berupaya mematuhi Keputusan Menteri Kesehatan No. 1405, Th. 2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri. (3) Kondisi Bengkel Teknik Mesin sudah sesuai persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja, artinya aman bagi praktikan dalam melaksanakan praktek dari bahaya kecelakaan akibat kerja maupun sakit akibat kerja. Saran penulis, (1) Agar semua Instruktur konsisten mengimplementasikan pembelajaran keselamatan kerja yang sudah sesuai dengan persyaratan undang-undang keselamatan kerja tersebut di atas. (2) Agar semua Instruktur konsisten mengimplementasikan pembelajaran kesehatan kerja yang sudah sesuai dengan persyaratan Keputusan Menteri Kesehatan tersebut di atas. (3) Bagi pengelola bengkel Departemen Mesin VEDC Malang, agar selalu menjaga dan mempertahankan kodisi bengkel yang sudah sesuai dengan persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja seperti sekarang ini.

Metrics

  • 183 views
  • 235 downloads

Journal

Jurnal Teknik Mesin Universitas Negeri Malang

Jurnal Teknik Mesin terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi tulisan/arti... see more