Perjanjian Pengangkutan Barang pada PT. Kerta Gaya Pusaka (Kgp) dan Akibat Hukumnya Jika Terjadi Wanprestasi

Moh Anwar
Journal article Jendela Hukum • 2014

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu proses pengikatan perjanjian pengangkutan barang, tanggung jawab hukum masing-masing pihak dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan barang serta hambatan dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan barang. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan menggunakan metode pendekatan empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis data primer melalui penelitian lapangan, dan jenis data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengikatan perjanjian pengangkutan barang antara PT. Kerta Gaya Pusaka diawali dengan adanya penawaran dari pihak pengangkut. Perjanjian disahkan dengan adanya penandatanganan kontrak perjanjian pengangkutan antara kedua pihak. Pelaksanaan perjanjian kerjasama jasa pengangkutan barang berjalan relatif lancar meskipun terdapat beberapa permasalahan namun tidak mengancam pengakhiran perjanjian tersebut oleh pihak pertama. Para pihak mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam perjanjian kerjasaman. PT. Kerta Gaya Pusaka selaku pihak pengangkut bertanggung jawab membayar ganti kerugian kepada Konsumen apabila terjada kesalahan atau kelalaian selama proses pengangkutan. Segala kemungkinan resiko yang mungkin akan terjadi karena human error selama proses pengangkutan dan proses bongkar muat barang oleh pihak pertama akan menjadi resiko dan tanggungan yang akan dibebankan oleh pihak kedua kepada pihak pertama. PT. Kerta Gaya Pusaka selaku pihak pengangkut berkewajiban melakukan pembayaran atas jasa pengangkutan secara tepat waktu sesuai dengan harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Metrics

  • 457 views
  • 350 downloads

Journal

Jendela Hukum

Jurnal Jendela Hukum diterbitkan berkala Oleh Fakultas Hukum Universitas Wiraraja Sumenep sebagai... see more