Paradigma Fakta Sosial dalam Pendidikan Karakter Jujur pada Peserta Didik Smpit Insan Kamil Karanganyar

Ika Revita

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh sekolah SMPIT Insan Kamil Karanganyar dalam membentuk karakter jujur pada peserta didiknya karena kejujuran adalah karakter yang penting.Penelitian ini dilaksanakan di (Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu) SMPIT Insan Kamil Karanganyar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumen. Sumber data penelitian berasal dari data primer yaitu dengan mengambil narasumber yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa/siswi dan teman bermainnya serta orang tua/wali murid dan data yang didapat secara langsung dari peristiwa atau aktivitas yang sedang berlangsung, sedangkan data sekunder terdiri dari dokumen internal serta penelusuran web online mengenai sekolah tersebut. Uji analisis data menggunakan teori sosiologi fungsional klasik tentang fakta sosial milik Emile Durheim.Upaya penanaman karakter jujur dilaksanakan secara bersama-sama dari semua pihak, baik kepala sekolah, guru, wali kelas, orang tua bahkan antar siswa satu terhadap siswa lainnya. Upaya tersebut diantaranya ialah (1) Upaya preventif untuk mencegah ketidakjujuran pada peserta didik SMPIT Insan Kamil Karanganyar. (2) Upaya represif untuk mengatasi ketidakjujuran peserta didik SMPIT Insan Kamil Karanganyar. (3) Membiasakan peserta didik dengan ibadah wajib dan sunnah (4) Pengintegrasian nilai kejujuran dalam pembelajaran dan evaluasi, dan (5) Pengintegrasian nilai kejujuran dalam kegiatan tambahan di luar kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian upaya yang dilakukan pihak sekolah mampu menanamkan kebiasaan bersikap jujur kepada peserta didik. Berdasarkan analisis fakta sosial milik Emile Durheim, hal ini dikarenakan individu yang menjadi peserta didik sepenuhnya tidak memiliki otonom karena mereka tidak dapat secara sepenuhnya menentukan dirinya sendiri. Mereka tidak mampu menentukan karakter mana yang harus mereka miliki, mereka bersikap jujur karena mendapatkan karakter tersebut melalui pendidikan dari lingkungannya. Sehingga mereka secara sadar maupun terpaksa harus mengikuti kebiasaan yang ditetapkan di sekolahnya jika tidak ingin dianggap sebagai anak yang menyimpang.

Metrics

  • 51 views
  • 11 downloads

Journal

Sosialitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosiologi-Antropologi

Sosialitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosiologi-Antropologi is a biannual, peer-reviewed, open acc... see more