Metrics

  • visibility 623 views
  • get_app 7432 downloads
description Journal article public Jurnal Teknik Kimia UPN Veteran Jatim

Optimasi Volume Pelarut Dan Waktu Maserasi Pengambilan Flavonoid Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.)

Aning Yulianingtyas, Bambang Kusmartono
Published 2016

Abstract

Belimbing wuluh merupakan salah satu tanaman yang mengandung flavonoid dan banyak dijumpai di Indonesia namun pemanfaatannya belum optimal.Flavonoid merupakan salah satu golongan fenol alam terbesar yang fungsinya tidak hanyasebagai antioksidan namun juga dapat melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, anti-inflamasi, mencegah keropos tulang, antidiare, antidiabetes, dan antibiotik.Beberapa penelitian sebelumnya masih menekankan pada uji efektivitas flavonoid sebagai obat tradisional, namun belum ada penelitian yang mengkaji kondisi optimal pengambilan flavonoid dari daun belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi optimalyang meliputi volume pelarut dan waktu maserasi, sehingga diperoleh flavonoid terekstrak yang paling optimal dan diharapkan selanjutnya dapat meningkatkan efektivitasnya sebagai bahan pembuatan obat tradisional. Penelitian dimulai dengan preparasi bahan. Kemudian sebanyak 10 gram bahan dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan volume pelarut dan waktu maserasi yang divariasikan. Sebelum waktu maserasi mulai dihitung, dilakukan pengadukan dengan pengaduk merkuri berkecepatan 200 rpm selama 1 jam. Hasil maserasi disaring menggunakan corong buchner, dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kondisi optimal dari penelitian ini tercapai saat digunakan volume pelarut 250 mL yang dimaserasi selama 48 jam dimana diperoleh berat flavonoid terekstrak sebanyak 72,31 mg.

Full text

 

Metrics

  • visibility 623 views
  • get_app 7432 downloads