Potensi Penerapan Konsep Produksi Bersih Pada Industri Keramik Di Probolinggo

Lestario Widodo
Journal article Jurnal Teknologi Lingkungan BPPT • 2017

Download full text
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstract

Sektor industri merupakan sektor yang sangat strategis untuk diandalkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Walaupun demikian dalam sisi lainsektor ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap permasalahan degradasi lingkungan dan penurunan sumberdaya alam (SDA). Untuk mencegah terjadinya pemanfaan SDA yang boros dan tidak efisien serta mengurangipotensi dampak lingkungan maka industridalam pengoperasiannyaperlu menerapkankonsep produksi bersih (clean production). Kota Probolinggo memiliki banyak industri keramik yang masih belum efisien dalam menggunakan sumber daya dalam proses produksinya. Oleh karena itu, penelitian tentang penerapan konsep Produksi Bersih di industri keramik Kota Probolinggo ini dilaksanakan dengan tujuan untukmengidentifikasikan jenis keluaran yang non-produk atau Non Product Output(NPO), upaya penanganan NPO dan memberikan rekomendasi prioritas penanganan NPO tersebut dalam upaya peningkatan efisiensi produksi, penurunan tingkat pencemaran serta penurunan biaya produksi.Mengingat industri keramik merupakan industri yang berbasis pada penggunaan energi (energy intensive based industry) maka upaya peningkatan suhu pembakaran untuk mengurangi produk yang tidak sesuai (unspecification products)akan memberikan dampak pada penurunan limbah yang keluar.Selain itu,penggantian lampu biasa dengan lampu hemat energisertapemasangan meteran listrik (alat ukur konsumsi listrik) pada setiap peralatan produksi dapat memberikan informasi bagi manajemen dalam mengambil keputusan terkait dengan penghematan.Berdasarkan data empiris, potensi penghematan yang dapat dilakukan dengan penerapan konsep produksi bersih ini berkisar antara 10% dan 30% dari biaya produksi.

Metrics

  • 63 views
  • 34 downloads