Mencipta Kenyataan Baru: Panduan Visioning dan Perencanaan Pemenuhan Hak Dasar: Pendekatan Appreciative Inquiry

George Hormat
Book PIKUL Society • June 2011

Abstract

Kisah kuno di atas secara sederhana dan gamblang menggambarkan perbedaan antara orang yang bekerja dengan visi dan tanpa visi. Si tukang batu ketiga mewakili mereka yang melakukan sesuatu berlandaskan visi yang kuat dan jauh ke depan. Si pekerja kedua memiliki sedikit pengetahuan dan imaji terbatas tentang apa yang sedang ia lakukan dan apa yang dihasilkan setelah ia memotong batu tersebut. Sedangkan tukang batu pertama mewakili mereka yang bekerja tanpa visi, hanya tahu tujuan langsung saat itu juga dari apa yang sedang ia kerjakan: memotong batu. Bayangkan apa yang terjadi jika Anda terlibat di dalam perjuangan pemenuhan hak dasar tanpa landasan visi yang kuat? Anda akan terpenjara di dalam rutinitas yang kering; keterpaksaan dalam bekerja; memandang aktivitas sekedar sebagai tuntutan pekerjaan; miskin inovasi; hanya menunggu perintah atasan. Sebuah organisasi tanpa visi akan berputar-putar pada aktivitas rutin, hingga akhirnya bubar. Sebuah komunitas tanpa visi tidak akan melampaui keberadaan alamiahnya sebagai masyarakat yang hidup dalam batasan teritori tertentu.

Metrics

  • 100 views
  • 53 downloads

Publisher

PIKUL Society

PIKUL is a non-profit, non-governmental organization founded in 1998 to strengthen local capacity... see more