Urgensi Penerapan Mekanisme Informed Consent Untuk Mencegah Tuntutan Malpraktik Dalam Perjanjian Terapeutik

Armanda Dian Kinanti • Dika Arum Permatasari • Dita Clara Shinta
Journal article Privat Law • March 2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi penerapan mekanisme informed consent demi mencegah tuntutan malpraktik dalam perjanjian Terapeutik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka diperoleh hasil bahwa informed consent memiliki fungsi bagi pasien maupun dokter, dimana fungsi bagi dokter adalah informed consent memberikan rasa aman dalam menjalankan tindakan medis terhadap pasien, sekaligus dapat dijadikan sebagai alat pembelaan diri terhadap kemungkinan adanya tuntutan atau gugatan dari pasien atau keluarganya bila suatu saat timbul akibat yang tidak dikehendaki. Sedangkan dari segi pasien, informed consent merupakan perwujudan dari hak pasien dimana pasien berhak mendapatkan informasi tentang penyakit yang dideritanya, tindakan medis apa yang hendak dilakukan, kemungkinan yang akan terjadi atas pengambilan keputusan tindakan medis. Rekomendasi yang penulis berikan untuk penelitian ini adalah dokter sebaiknya melaksanakan mekanisme informed consent dengan baik untuk mencegah adanya tuntutan malpraktik dari pasien yang disebabkan oleh kesenjangan pengetahuan antara pasien sebagai pihak yang awam terhadap dunia kesehatan dan dokter sebagai pihak professional.

Metrics

  • 54 views
  • 24 downloads

Journal

Privat Law

Privat Law is an annual law review published by Sebelas Maret University in Indonesia. It publish... see more