Penerapan Bermain Messy Play dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Tk Kelompok A

Luluk Iffatur Rocmah • Vanda Rezania

Download full text
(Bahasa Indonesia, 7 pages)

Abstract

Salah satu aspek kemampuan yang penting untuk dikembangkan pada anak usia dini adalahkemampuan motorik halus anak. Kemampuan motorik halus membantu anak untukmemperoleh kemandiriannya, membantu mendapatkan penerimaan sosial, dan dapatmenimbulkan rasa percaya diri pada anak. Kemampuan motorik halus dapat ditingkatkan melaluibermain messy play. Messy Play merupakan jenis permainan yang merangsang sensor motorikhalus dan kasar.Permainan ini dilakukan anak baik di alam terbuka maupun di dalam ruangandan membuat tubuh anak menjadi kotor, sehingga dikatakan dengan bermain messy play.Selaintubuh anak aktif, anak juga akan belajar mengkoordinasikan panca inderanya melalui sentuhan,bau, rasa, pendengaran, dan penglihatan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1)mendeskripsikanpenerapan bermain messy play dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak KelompokA, (2) Mendeskripsikan hasil penerapan bermain messy play dalam meningkatkan kemampuanmotorik halus anak Kelompok A. Sedangkan luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini adalahtersedianya perangkat pembelajaran dengan penerapan bermain Messy Play untukmeningkatkan kemampuan motorik halus pada anak TK kelompok A. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan melalui 4tahapan dalam setiap siklusnya. Adapun tahapan tersebut adalah: (1) perencanaan, (2)pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Aisyiyah BustanulAthfal Kalibader dengan 2 siklus. Siklus I dilakukan empat kali pertemuan, jika dalam siklus Ibelum berhasil, maka dilakukan siklus II dengan tiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi, lembar asesmen, wawancara dan dokumentasi. Hasil penerapanbermain messy play dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A di TKAisyiyah Kalibader. Hal ini dibuktikan adanya peningkatan pada nilai ketuntasan di siklus I dansiklus II. Pada siklus I ketuntasan nilai keseluruhan kelompok A adalah 65%, dan pada siklus IIketuntasan nilai keseluruhan kelompok A adalah 88,1%. Hal ini membuktikan adanya peningkatankemampuan motorik halus anak kelompok A setelah dilakukan penerapan bermain messy play.

Metrics

  • 363 views
  • 217 downloads

Journal

Educhild: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya

Educhild: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agu... see more