Hubungan Faktor Ibu dan Faktor Bayi dengan Kejadian Hiperbilirubinemia pada Bayi Baru Lahir (Bbl) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara Tahun 2015

Hidayati, Elli • Rahmaswari, Martsa

Abstract

Data tahun 2012 menemukan Angka Kematian Neonatus (AKN) sebesar 19/1000 Kelahiran Hidup (KH). Angka tersebut menurun dari 20/1000 KH di tahun 2007 dan 23/1000 KH di tahun 2002. Salah satu penyebab mortalitas pada bayi baru lahir adalah ensefalopati biliaris (lebih dikenal dengan kern ikterus). Hasil survey menemukan pada tahun 2007 angka kejadian hiperbilirubin mencapai angka 2,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor ibu (usia kehamilan, jenis persalinan, dan golongan darah ibu) dan faktor bayi (berat badan lahir, dan golongan darah bayi) dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di RSUD Koja, Jakarta Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian Cross Sectitonal. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang mengalami hiperbilirubin dan dirawat di RSUD Koja Jakarta Utara pada tahun 2015, sejumlah 115 bayi. Tehnik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan uji analisis Chi Square. Hasil penelitian didapatkan rata-rata responden yang mengalami hiperbilirubinimia 19,1 % dengan kadar bilirubin > 15 gr% dan terdapat 80,9% dengan kadar bilirubin 12-15 gr%. Berdasarkan uji Chi Square bahwa usia kehamilan berhubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia (p value=0,010, OR=0,235) dan Berat Badan Lahir berhubungan dengan hiperbilirubinemia (pvalue=0,001, OR=0,148). Simpulan dari penelitian terdapat hubungan antara usia kehamilan dan Berat Badan Lahir dengan hiperbilirubinemia. Diharapkan dari hasil penelitian ini bidandapat mendeteksi dini hiperbilirubin pada bayi.

Metrics

  • 3 views
  • 0 downloads

Conference

Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNIMUS 2016

Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah dan ‘Aisyiah (AIPKEMA) mengundang tenaga kes... see more