Analisis Penggunaan Lumpur Pemboran pada Formasi Gumai Shale Sumur K-13, S-14 dan Y-6 Trayek 12 ¼” Cnooc Ses Ltd.

Widiatna, Fadillah • Satyawira, Bayu • Sundja, Ali
Conference paper Seminar Nasional Cendekiawan 2015 • 2015

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada pemboran yaitu berkaitan terhadapformasi yang reaktif terhadap air, pada formasi tersebut penggunaan lumpur berbahandasar air dapat menyebabkan suatu masalah seperti swelling clay, hole pack off, bahkanstuck pipe. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu analisis terhadap kereaktifan formasiterhadap lumpur berbahan dasar air. Dari studi G&G diketahui bahwa target dari reservoirlapangan X berada pada formasi Talang akar dan Baturaja, Jika dilihat dari prognosisnyamaka dalam proses pemboran akan menembus formasi Gumai Shale. Formasi itumenjadi perhatian dikarenakan kandungan mineralnya yang reaktif terhadap air. Haltersebut dibuktikan dengan hasil Methylene Blue Test, dari pengetesan terhadap contohcutting, didapat bahwa jenis mineral yang terkandung dalam formasi Gumai Shale adalahmineral Illite, yaitu mineral yang aktif terhadap air. Penggunaan lumpur berbahan dasarair dapat diaplikasikan pada trajektori tertentu, hal tersebut berkaitan terhadap prosesmengembangnya clay yang membutuhkan waktu, sehingga pada waktu tertentu clayyang mengembang masih dapat ditoleransi. Menggunaan lumpur berbahan dasar airdapat diaplikasikan pada sumur dengan panjang trayek <3000 ft dan inklinasi yangrendah yaitu < 45 deg. Untuk trajektori yang panjang ( > 3000 ft) dan inklinasi tinggi yaitu> 45 deg dapat menggunakan lumpur berbahan dasar minyak, pemilihan tersebut agarmengurangi kemungkinan terjadinya masalah dalam operasi pemboran. Pemilihan lumpurberdasarkan trajektori pun didasari oleh masalah yang biasanya terjadi, seperti masalahHole Cleaning. Karena apabila Hole Cleaning tidak berjalan dengan baik makapenggunaan lumpur akan tidak maksimal. Untuk trayek 12 ¼” laju pompa sirkulasi yangbaik yaitu diatas 1100 GPM, apabila dibawah laju tersebut pengangkatan Cutting akantidak maksimal dan dapat menyebabkan penumpukan Cutting pada lubang Annulus.Untuk membuat satu barrel lumpur berbahan dasar air dibutuhkan biaya $50 - $70,sedangkan untuk lumpur berbahan dasar minyak dibutuhkan biaya hingga $280. Jika dilihatdari biaya per barrel tentu lumpur berbahan dasar air lebih murah, namun padakenyataannya ekonomis tidaknya penggunaan lumpur tergantung pemilihan yang tepatpada suatu keadaan. Apabila dilihat dari lama penggunaan, lumpur OBM akan lebihekonomis dibanding WBM karena dapat digunakan kembali untuk pemboran selanjutnya,sedangkan untuk WBM hanya digunakan untuk satu kali pemboran.

Metrics

  • 2 views
  • 0 downloads

Conference

Seminar Nasional Cendekiawan 2015

Sebuah terobosan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi makalah ilmiah adalah penyel... see more