Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Inovatif melalui Lesson Study

Ahmadi, Ahmadi

Abstract

Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Guru diwajibkan membuat RPP yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan peluang yang cukup bagi prakarsa, kreaifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Fakta ini jelas memerlukan daya dukung guru untuk selalu melakukan pengembangan dalam menyusun program pengajaran dan mengimplementasikan program tersebut dengan berbagai strategi pembelajaran yang inovatif. Lesson study adalah merupakan suatu model pelatihan atau pengembangan kemampuan guru yang berbasis kebutuhan riil guru dan dilakukan di sekolah secara terus menerus . jika prinsip dari lesson study ini diterapkan secara konsisten maka akan memberikan manfaat yang banyak bagi guru dan siswa. Salah satu manfaatnya adalah peningkatan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Ironis bahwa fakta dilapangan menunjukan kurang lebih selama dua tahun penulis terlibat dalam kegiatan supervisi pembelajaran di SMP Negeri Model Terpadu Bojonegoro, masih banyak guru yang berprilaku pola lama dengan membuat RPP asal asalan atau copy paste sehingga bertolak belakang dengan pemen NO 18 tahun 2007. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berisi petunjuk dan skenario pembelajaran atau merupakan panduan dalam mengelola kegiatan pembelajaran. RPP merupakan jabaran lebih rinci dari sillabus yang memuat sekurang-kurangnya 5 Komponen pokok Yaitu tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode, media dan sumber pembelajaran dan komponen evaluasi, LS sangat memenuhi syarat Sesuai tuntutan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007, selanjutnya dalam makalah ini disebut RPP Inovatif, sebenarnya hal ini bukan merupakan hal baru bagi guru Sekolah Menengah Pertama. Tujuan penelitian Tindakan Sekolah ini adalah ingin meningkatkan kemampuan guru dalam membuat RPP Inovatif melalui Lesson study yang diharapkan dapat memenuhi tuntutan Permendiknas nomor 18 tahun 2007. Sedangkan Metode Penelitian Tindakan Sekolah ini menggunakan model Stephen Kemmis. Penelitian dilaksanakan dalam 12 minggu yaitu bulan Pebruari sampai dengan April 2012 mengikuti jadwal dan program kerja kepala sekolah ,yang ditetapkan oleh panitia Pelaksana di SMPN Model Terpadu Bojonegoro. Empat kegiatan utama yang dilakukan dalam tiga siklus berulang, setiap Siklus selalu diamati oleh peneliti beserta teman sejawat sebagai observer. Tahapan – tahapan yang dilalui oleh guru Model mulai dari Plan – Do dan see serta refleksi yang melibatkan observer secara penuh. Setelah penulis melakukan Penelitian Tindakan Sekolah. Melalui LS memperoleh hasil sebagai berikut : 1). Terjadinya peningkatan kemampuan guru MIPA 90% guru Rumpun Bahasa 85 % sedangkan rumpun lainya 95 % dengan menyusun RPP inovatif, yaitu rata-rata meningkat 90 % pada Siklus III. Kesimpulan penelitian ini, bahwa Melalui Lesson study dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP innovatif.

Metrics

  • 7 views
  • 5 downloads

Conference

Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi FKIP UNS 2012

Seminar Nasional Pendidikan Biologi (SEMBIO) merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan ... see more