Diversitas Ikan Introduksi dan Indigenus di Sungai Banjaran dan Pelus Kabupaten Banyumas

W. Lestari • Moh Husein Sastranegara

Download full text
(Bahasa Indonesia, 1 page)

Abstract

Ikan diintroduksi dengan tujuan untuk budidaya seperti Clarias gariepinnis, Oreochromis mossambicus dan Cyprinus carpio. Kegiatan ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, untuk pengendali hama dan penyakit seperti Puntius reticula dan Aquidens latifrons dan sebagai ikan hias seperti Aquidens pulcher. Namun, kehadiran introduced species pada perairan menyebabkan penurunan populasi, kepunahan dan diversitas indigenous species. Hal ini terjadi karena pemangsaan, kompetesi dalam mendapatkan habitat dan pakan, gangguan dalam mendapatkan pasangan dan penyebaran bakteri patogen serta kawin silang antara introduced dan indigenous species. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ikan-ikan introduksi dan indigenus , modus penyebaran dan model pencegahannya. Materi yang digunakan adalah ikan- ikan introduced dan indigenous species, isi Perut ikan, plankton serta air dari Sungai Banjaran dan Sungai Pelus, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode survai dengan purposive random sampling. Hasi Penilitian menunjukkan 8 spesies ikan introduksi yaitu Oreochromis niloticus, Oreochromis mossambicus, Hypostomus plecostomus dan Cyprinus carpio. Oreochromis niloticus dan Oreochromis mossambicus, sebagai ikan budidaya, sementara Xyphophorus hellerii, Hypostomus plecostomus, Pterygoplichthys pardalis dan Cyprinus carpio sebagai ikan hias dan Poecilia reticulata sebagai pengendalikan nyamuk. Tiga belas indigenous species. Osteochilus hasseltii, Puntius orphoides, Puntius binotatus, Barbonymus gonionotus, Rasbora argyrotaenia, Rasbora lateralistriatas, Glyptothorax platypogon. Nemacheilus fasciatus, Channa gachua, Puntius bramoides, Macrognathus maculates dan Mystus micracanthus. Diversitas dan abundansi introduced species meningkat tajam di lokasi-lokasi dekat aktivitas budidaya. Modus penyebaran ikan ini di Sungai Banjaran dan Pelus karena lepas dari kolam kolam budidaya. Hal ini terkait erat dengan melimpahnya pakan yang diduga berasal dari kolam budidaya. Oleh karena itu, metode pengendalian diversitas ikan introduced species dengan menerapkan alat pencegah lepasnya ikan serta alat penyaring air buangan dari kolam budidaya ke sungai.

 

Metrics

  • 237 views
  • 63 downloads

Conference

Seminar Nasional "Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II"

Seminar Nasional "Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II” was held... see more