Analisis Tingkat Perputaran Piutang pada PT Perdana Gapuraprima Periode 2012-2014

Diana Tambunan • Shinta Noviana
Conference paper Seminar Nasional Indocompac • May 2016

Download full text
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar tingkat perputaran piutang atas penjualan apartemen yang dilakukan PT Perdana Gapuraprima pada periode 2012- 2014. Ditengah persaingan bisnis yang ketat Perusahaan dituntut untuk mampu meraih posisi pasar, sehingga Perusahaan perlu melakukan strategi penjualan secara kredit, agar jumlah penjualan meningkat. Piutang secara umum dapat didefinisikan sebagai tagihan yang timbul atas penjualan barang atau jasa secara kredit dengan jangka waktu yang telah ditentukan sebagai akibat adanya penjualan kredit. Piutang merupakan satu jenis aktiva lancar yang tercantum dalam neraca. Di dalam piutang tertanam sejumlah investasi Perusahaan yang tidak terdapat pada aktiva lancar lainnya. Piutang dapat menjadi potensi bila dikelola dengan baik tetapi sebaliknya akan menjadi resiko bila tidak dikelola dengan baik. Resiko kerugian piutang dapat berupa resiko tidak dibayarnya sebagian atau seluruh piutang, atau keterlambatan pelunasan piutang. Pengelolaan piutang memerlukan perencanaan yang matang mulai dari penjualan kredit yang menimbulkan piutang sampai menjadi kas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang memakai data numerik (angka), yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil sebagai kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Dari data ini dianalisis menggunakan analisis rasio khususnya yang berhubungan dengan Tingkat perputaran piutang, Periode pengumpulan piutang, Rasio tunggakan dan Rasio penagihan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat perputaran piutang PT Perdana Gapuraprima pada tahun 2013 sebesar 2,36 kali dan tahun 2014 sebesar 0,44 kali yang mana masih kurang dari rata-rata industri yang sudah ditetapkan yaitu 15 kali sehingga penagihan yang dilakukan manajemen dianggap tidak berhasil. Rata-rata Perusahaan mengumpulkan piutangnya pada tahun 2013 dalam waktu 152,54 hari , dan pada tahun 2014 sebesar 818,18 hari. Periode pengumpulan piutang melebihi dari rata-rata industri yaitu 60 hari, sehingga dapat dikatakan Perusahaan tidak mampu melakukan penagihan secara tepat waktu. Rasio tunggakan mengalami naik turun yang mana pada tahun 2012 sebesar 29,13%, tahun 2013 sebesar 42,58% dan tahun 2014 sebesar 34,91%. Tunggakan tertinggi terjadi pada tahun 2013 dan dapat merugikan Perusahaan karena dana yang harusnya kembali berputar menjadi kas tetap tertanam dalam piutang. Adapun penyebabnya pada tahun 2013 banyak penyetoran angsuran yang tidak jelas siapa penyetornya. Rasio penagihan mengalami kenaikan yang mana pada tahun 2012 sebesar 67,39%, tahun 2013 sebesar 72,74% dan tahun 2014 sebesar 92,25%. sehingga Perusahaan mampu dengan baik dalam melakukan penagihan piutang.

Metrics

  • 280 views
  • 4384 downloads

Conference

Seminar Nasional Indocompac

Proceedings Seminar Nasional INDOCOMPAC contains articles on Urgensi Bisnis dan Komunikasi dalam ... see more