Ketersediaan Pangan di Provinsi Papua Barat

Agatha Wahyu Widati

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Produksi pangan di Provinsi Papua Barat. (2) sebaran produksi pangan di Provinsi Papua Barat. (3) ketersediaan pangan di Provinsi Papua Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa produksi merupakan bagian dari ketersediaan pangan. Karakteristik daerah Provinsi Papua Barat yang berbeda dan sumber daya alam yang masih melimpah menghasilkan produksi pangan yang cukup bagi maasyarakat di Provinsi Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan data sekunder untuk tahun 2011 – 2015 yang diperoleh dari BPS, Dinas Pertanian dan instansi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa padi, ubi jalar dan kacang kedelai mengalami peningkatan, sedangkan ubi kayu, jagung, sayuran dan kacang tanah mengalami fluktuasi. Kabupaten Manokwari merupakan sentra produksi padi, kentang, kacang kedelai, sayuran. Sementara Kabupaten Sorong merupakan sentra produksi jagung dan kacang hijau. Kota sorong merupakan sentra produksi ubi kayu. Sentra produksi ubi jalar dan kacang tanah adalah Kabupaten Raja Ampat. Selanjutnya sentra produksi cabe adalah teluk bintuni. Untuk sagu, tersebar di Kabupaten Teluk Bintuni, Kaimana, Teluk Wondama dan Kabupaten Sorong Selatan. Provinsi Papua barat mengalami defisit pangan, karena kebuthan pangan lebih besar dari ketersediaan produksi tanaman pangan. Jika dilihat per kabupaten maka hanya Kabupaten Manokwari dan Sorong mengalami surplus pangan.

Metrics

  • 492 views
  • 3024 downloads

Conference

Seminar Nasional "Kearifan Lokal Nilai Adiluhung Batik Indonesia untuk Daya Saing Internasional"

  • Conference held in Surakarta, Indonesia in 2016
  • 4 articles

Seminar Nasional "Kearifan Lokal Nilai Adiluhung Batik Indonesia untuk Daya Saing Internasional" ... see more