Persepsi Jemaat terhadap Kredibilitas Pelayan Khusus sebagai Komunikator (Studi di Jemaat Gmim Nafiri Walewangko, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa)

Hendry S. Sigar • Nolly Londa • Lingkan E. Tulung
Journal article Acta Diurna • 2017

Download full text
(Bahasa Indonesia, 13 pages)

Abstract

Permasalahan yang akan di kaji dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Persepsi Jemaat Terhadap Kredibilitas Pelayan Khusus Sebagai Komunikator (studi di Jemaat GMIM Nafiri Walewangko, Kecamatam Langowan Barat Kabupaten Minahasa). Penelitian ini menggunakan Teori Kredibilitas Sumber dari Holand, Janis, dan Kelly sebagai acuan teori. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian adalah : Jemaat menilai masih ada pelayan khusus yang kurang konsisten dalam berperilaku, yaitu perkataan saat berkomunikasi lewat khotbah dan perbuatan dalam kehidupan sehari – hari maupun dalam lingkup masyarakat tidak selaras, dalam artian integritas pelayan khusus di jemaat ini masih rendah, sehingga mempengaruhi tingkat keterpercayaan yang dimiliki oleh pelayan khusus itu sendiri. Tapi tidak berlaku pada isi pesan yang disampaikan, jemaat percaya pada isi pesan/ isi khotbah, karena isi khotbah adalah kebenaran Firman Tuhan. Jemaat tidak percaya pada pribadi pelayan khusus itu sendiri Pelayan khusus dinilai sudah cukup cakap dalam berkomunikasi lewat khotbah, karena sebagian besar pelayan khusus di jemaat ini memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan sudah terlatih dalam proses katekisasi pelayan khusus yang dilakukan oleh GMIM. Pelayan khusus yang memiliki pendidikan yang tinggi dianggap lebih cakap atau lebih ahli dalam berkomunikasi dengan pelayan khusus berpendidikan lebih rendah. Jemaat juga menilai masih ada pelayan khusus yang kurang trampil dalam mengolah pesan, seperti mengeluarkan kata – kata yang menyinggung dan menyakiti jemaat. Daya tarik fisik pelayan khusus di jemaat ini sudah cukup baik, karena di dalam ruang gereja atau saat menyampaikan khotbah, pelayan khusus tampil rampih dan terlihat berwibawa. Penampilan fisik mempengaruhi ketertarikan jemaat intuk mendengarkan khotbah, karena melambangkan kewibawaan seorang pelayan khusus.Daya tarik psikologsi, berbicara tentang kesamaan dan selera, maka jemaat juga memperhatikan isi pesan pelayan khusus saat berkhotbah, mulai dari bahasa, intonasi, penempatan kata – kata yang terkadang tak sesuai dengan karakteristik jemaat yang tidak semuanya memiliki tingkat pendidikan yang sama, seprti bahasa ilmiah yang digunakan saat berkhotbah tidak dimegerti. Jemaat tertarik dengan pelayan khusus yang memiliki selerea humor saat berkhotbah karena membuat suasana menjadi cair dan tidak membosankan

Metrics

  • 280 views
  • 660 downloads

Journal

Acta Diurna

Acta Diurna is an open access, peer-reviewed journal that publishes original research and literat... see more