Subgrouping dan Migrasi Sembilan Bahasa di Indonesia : Kajian Linguistik Komparatif

Pujiati Suyata
Journal article Jurnal Penelitian Humaniora UNY • October 1998 Indonesia

Abstract

Teori Linguistik Historis Komparatif mangatakan bahwa bahasa Batak, Melayu,Minangkabau, Banjar, Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Bugis adalah bahasa sekerabat dan berasal dari satu induk bahasa yang sama. Akan tetapi, sampai sekarang belum diketahui (1) pengelompokan bahasa tersebut berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan (subgrouping), (2)silsilah kekerabatannya, serta (3) arah migrasi bahasa induknya sampai menjadi kesembilan bahasa itu dalam keadaannya sekarang.Penelitian ini adalah penelitian survey dengan populasi semua kosakata dalam kesembilan bahasa tersebut. Dengan menggunakan teknik penyampelan perposif, dipilih 100 kosakata mendasar (basic vocabulary) pada setiap bahasa yang diteliti. Data diambil dengan angket dan wawancara lewat 27 orang responden. Instrument penelitian adalah dafter Swadesh 100 kata yang sudah teruji kesahihan dan keterandalanya. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis Leksikostatistik.Hasil analisis menunjukan: (1) Model subgrouping kesembilan bahasa yang diteliti aadalah sebagai berikut. Ada tiga subgroup menurut dekat atau jauhnya hubungan kekerabatan bahasa-bahasa tersebut. Ketiga subgroup BB (Bugis Melayu). Dalam subgroup pertama, bahasa Melayu dan Minangkabau mempunyai hubungan kekerabatan terdekat. Setelah itu, bahasa Banjar dan kelompok Melayu-Minangkabau, dan terakhir bahasa Batak dengan kelompok Melayu-Minangkabau-Banjar. Dalam subgroup kedua, bahasa Jawa lebih dekat dengan bahasa Sunda daripada bahasa Madura. Bahasa Sunda dan Jawa mempunyai hubungan yang dekat dan membentuk satu kelompok. Dalam subgroup ketiga, bahasa Bali sangat dekat dengan bahasa Bugis. (2) Silsilah kekerbatan bahasa yang diteliti adalah induk bahasa Batak-Bugis menurunkan tiga cabang utama, yaitu bahasa BMMB,SJM, dan BB. Cabang pertama, yaitu MBBM pecah menjadi dua cabang, yaitu bahasa B dan MMB. Cabang MMB pecah lagi menjadi bahasa MM dan B. akhirnya kelompok MM pecah menjadi bahsa M(Melayu) dan M(Minangkabau) yang sekarang. Cabang kedua yaitu SJM pecah menjadi 2 cabang yaitu menjadi kelompok SJ dan M, akhirnya kelompok SJ pecah pula menjadi bahas S (Sunda) dan J(Jawa) yang sekarang. Cabang ketiga , yaitu bahsa BB akhirnya berpisah menjadi bahasa B(Bali) dan B(Bugis) yang sekarang.(3) arus migrasi bahasa diteliti terdiri atas tiga gelombang. Gelombang pertama, dari tanah asal, yaitu daratan Asia Tenggara menuju ke selatan. Sampai di Riau berbelok ke timur mengarungi Laut Jawa sampai di Kalimantan Selatan. Sebagian menuju ke Utara, sampai ke daerah Batak. Gelombang kedua, dari tempat asal migrasi ke selatan menyusur pantai utara Pulau Jawa sampai di Pulau Madura. Gelombang ketiga , dari tempat asal bermigrasi ke selatan mengarungi Laut Jawa kea rah timur sampai ke Pulau Bali. Sebagian meneruskan perjalanan ke timur laut sampai ke Pulau Selawesi bagian selatan.

Metrics

  • 98 views
  • 10 downloads

Journal

Jurnal Penelitian Humaniora UNY

Jurnal Penelitian Humaniora menerbitkan artikel hasil penelitian nonpendidikan dan permasalahan-p... see more