Fungsi Esherichia Coli Sebagai Indikator Pencemaran Tinja Dalam Sistem Air Tanah

Wuryadi Wuryadi
Journal article Jurnal Penelitian Humaniora UNY • October 1998 Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji fungsi E.coli sebagai indicator pencemaran tinja dalam system air tanah dengan mengkaji kelangsungan hidupnya dalam air sumur gali yang terisolasim(dalam gentong penyimpanan dan dalam system aliran yang berkelanjutan). Yang akan diuji adalah apakah E.coli dapat konsisten kehadirannya dalam air tanah, baik dalam kualitas maupun kuantitasnya. Dua peneltian pokok yang dilakukan untuk menguji fungsi E.coli sebagai indicator adalah uji kelangsungan hidupnya dalam gentong penyimpanan dengan variasi volume air sumur 30,20, dan 10 liter (yang diambil dari 5 contoh sumur yang ditetapkan secara acak di Kotamadya Yogyakarta), dan dalam system aliran berkelanjutan yang dalam waktu 24 jam mengalirkan dalam bentuk tetesan yang berkelanjutan air sumur (dari satu contoh sumur) yang telah disterilkan sebanyak 2 400ml. Percobaan pada penyimpanan dalam gentong dilakukan melalui percobaan factorial dengan tiga factor yaitu sumur (5 tingkat) volume (3 tingkat) dan lama penyimpanan (9 tingkat). Rancangan percobaan dengan rancangan Petak Terbagi(Split Plot Design) yang terbagi dalam dua factor, factor sumur dan volume diletakkan sebagai anak petak. Sementara itu percobaan dengan menggunakan system aliran berkelanjutan dianalisis dengan analisis ko-varian dengan rancangan acak lengkap.Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada penyimpanan dalam gentong, semua factor yang diteliti, termasuk interaksinya menunjukan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah E.coli. pengaruh tiap factor dengan demikian hanya dapat dilihat sebagai pengaruh sederhana, dan tampak bahwaselama waktu penyimpanan25 hari, terjadi fruktuasi E.coli. pada percobaan dengan system aliran berkelanjutan, jaminan konsistensi kondisi lingkungan tidak mampu mencegah terjadinya fruktuasi pertamahan jumlah E.coli selama waktu 6 hari. Kesimpulan yang dapt diperoleh dari dua percobaan ini adalah: pertama fungsi E.coli sebagai indicator pencemaran tinja hanya sebatas indicator kualitatif, sementara itu jumlah E.coli tidak dapat digunakan sebagai indicator berat ringannya pencemaran tinja dalam system tanah; kedua e.coli ternyata mampu menggunakan bahan yang sangat terbatas jumlahnya yang beasal dari hasil lisis sel-selnya sendiri yang menunjang pertumbuhannya; fluktuasi jumlah E.coli sampai pada hari ke 25 (pada penyimpanan dalam gentong) dan 6 hari (pada system aliran berkelanjutan )menunjukan bahwa viabilitas E coli cukup tinggi di luar lingkungan aslinya (tinja)

Metrics

  • 68 views
  • 30 downloads

Journal

Jurnal Penelitian Humaniora UNY

Jurnal Penelitian Humaniora menerbitkan artikel hasil penelitian nonpendidikan dan permasalahan-p... see more