Motivasi Bidan dalam Penerapan Standar Pelayanan Antenatal di Puskesmas Rowosari Kota Semarang

Merry Tiffani
Journal article Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro • October 2013 Indonesia

Abstract

Sesuai target Millenium Development Goals (MDG€™s) angkakematianibu (AKI) di Indonesia sampai 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup.Di PropinsiJawa Tengah sendiri AKI masih sebesar 116 per 100.000 kelahiran hidup. Dalam rangka mengatasi masalah AKI dan AKB, Departemen Kesehatan mengeluarkan kebijakan yang mengacu kepada intervensi strategis dalam upaya safe motherhood yang salah satunya yaitu Pelayanan Antenatal. Di Kota Semarang, Puskesmas Rowosari merupakan salah satu puskesmas yang memiliki cakupan PWS-KIA yang masih belum mencapai target yaitu 95% secara keseluruhan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada lima ibu hamil dan lima bidan, dapat dilihat bahwa motivasi dari bidan dalam penerapan standar pelayanan antenatal masih kurang, dibuktikan dengan kurangnya kepedulian bidan dengan pelayanan antenatal yang diberikan pada ibu hamil yaitu tidak semua ibu hamil diberikan pelayanan standar 7T. Tujuan penelitian untuk menjelaskan motivasi bidan dalam penerapan standar pelayanan antenatal di Puskesmas Rowosari Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subyek bidan pelaksana pelayanan antenatal sesuai standar sebanyak tujuh orang serta Kepala Puskesmas Rowosari, bidan koordinator, dan tujuh ibu hamil penerima pelayanan antenatal sebagai informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview serta teori modifikasi Herzberg digunakan sebagai kerangka konsep dengan analisis data secara induktif yaitu analisis berdasarkan data yang diperoleh kemudian dikembangkan menjadi hipotesis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aspek tanggung jawab yaitu tanggung jawab bidan pada tugasnya, insentif yang tidak didapatkan bidan dan kondisi kerja yang tidak mendukung dalam pelayanan sesuai standar yang bidan berikan adalah aspek yang cukup penting pada motivasi bidan dalam melaksanakan pelayanan antenatal sesuai standar karena tanggung jawab yang ada dari diri bidan dapat dilihat dari hasil kerja mereka, adanya insentif bidan akan merasa semakin dihargai dan semakin meningkatkan kinerja, sedangkan dengan kondisi kerja yang baik, sarana prasarana yang baik akan mendukung pelayanan bidan yang optimal dan menumbuhkan motivasi bidan dalam penerapan standar pelayanan antenatal. In accordance with the target of the Millennium Development Goals (MDG€™s), death of mother figure (MMR) in Indonesia to 2015 expected is 102 per 100,000 births life. In Central Java province alone AKI still is 116 per 100,000 births life. Maternal mortality happen in Indonesia is still quite high. In order to overcome the MMR and IMR, the Department of Health issued a policy that is on strategic interventions in safe motherhood efforts one of which Antenatal Care. In Semarang, health center clinic Rowosari is one that has a range of PWS-KIA has yet to reach the target completely. From achievement above and based on preliminary studies are conducted, it can be seen that motivation of midwifes in the application of standard antenatal care are still lacking, as evidenced by the lack of concern with the midwife provided antenatal care to pregnant women. The research object is to explain the motivation of midwifes in the application of antenatal care standard in health centers, Rowosari Semarang. This study is used descriptive qualitative approach to the subject matter appropriate antenatal midwife practitioner seven people standar and clinic head, Rowosari, midwifes coordinators and seven pregnant women receiving antenatal care as triangulasi. The information of interviewing data and Herzberg modification theory is used as a conceptual framework inductively with the data analyst. From the results of this study concluded that the aspect of responsibility, incentives, and working conditions are the most influential aspects of motivation in implementing antenatal midwifes by default because there are responsibilities of self-midwife greatly affect their work, incentives midwifes will feel to improve their performance, while with good working conditions, the availability of good infrastructure will support optimal midwives service and motivation in the application of antenatal standard

Metrics

  • 82 views
  • 24 downloads

Journal

Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro is a student-run journal publishing original r... see more