Pengaruh Waktu Polinasi dan Umur Polen terhadap Hasil Benih Terong Hijau (Solanum Melongena L.) Hibrida

Yanik Yanik • Arifin Noor Sugiharto • Respatijarti Respatijarti
Journal article None • 2017 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayuran yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Pada tahun 2011 produktivitas terong di Indonesia 9,94 ton/ha, padahal potensi dapat mencapai 40 ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas dilakukan dengan menyediakan benih terong hibrida. Kendala dalam pelaksanaan polinasi terong hibrida adalah waktu polinasi dan ketersediaan polen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi antara waktu polinasi dan umur polen, serta mengetahui pengaruh penundaan waktu pollinasi dan umur polen terhadap hasil benih terong hijau hibrida. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara waktu polinasi dan umur polen ditunjukkan pada bobot biji kering per buah, bobot biji kering per tanaman dan jumlah biji per buah. Penundaan waktu polinasi 24 jam setelah emaskulasi dan 48 jam setelah emaskulasi menghasilkan bobot biji kering per buah, bobot biji kering per tanaman dan jumlah biji per buah lebih banyak. Umur polen 2 hari menghasilkan bobot 1000 biji lebih tinggi sedangkan umur polen 0 hari dan 1 hari menghasilkan bobot biji kering per buah, bobot biji kering per tanaman dan jumlah biji per buah lebih banyak.

Metrics

  • 283 views
  • 1030 downloads

Journal

None

Jurnal Produksi Tanaman is an Agricultural Journal published by the Department of Agriculture, Fa... see more