Pengaruh Merek dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Popok Bayi Merek Happy Nappy di Sampit

Eddy Supramono
Journal article Jurnal Terapan Manajemen dan Bisnis • 2016

Abstract

Persaingan di dunia USAha saat ini semakin ketat karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini mengalami peningkatan, dan dampaknya dapat dirasakan di berbagai bidang USAha, baik di bidang industri, perdagangan maupun jasa. Terkait dengan masalah kebutuhan konsumen, kemudahan untuk melakukan aktivitas dalam menjalani kehidupan, mungkin itulah ide dasar kenapa manusia terus-menerus melakukan berbagai terobosan dalam bidang teknologi untuk mengakomodir kebutuhan tersebut.Produk yang dapat memenangkan persaingan adalah produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, sehingga produk tersebut akan memberikan kepuasan terhadap konsumen. Seperti yang kita ketahui ada beragam tuntutan dan keinginan konsumen karena pelanggan dihadapkan pada berbagai pilihan barang dan jasa yang akan mereka beli. Dalam hal ini penjual harus memberikan kualitas produk yang dapat diterima, karena bila tidak, konsumen akan segera beralih pada pesaing. Perkembangan lingkungan dapat menyebabkan Perubahan pada kebutuhan dan keinginan seseorang, sehingga Perusahaan perlu memantau lingkungannya yang terus berubah dan menyesuaikan strategi pemasarannya untuk menjawab tantangan dan mendapatkan peluang-peluang baru.Merek atau merek dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi.Kotler (2003) berpendapat bahwa “merek merupakan sebuah nama, istilah, tanda, simbol, atau desain atau kombinasi dari seluruhnya, yang bertujuan untuk mengidentifikasi barang-barang maupun jasa dari suatu kelompok penjual dan untuk membedakan produk mereka dari para pesaing.Produk memiliki arti penting bagi Perusahaan karena tanpa adanya produk, Perusahaan tidak akan dapat melakukan apapun dari USAhanya. Pembeli akan membeli produk kalau merasa cocok, karena itu produk harus disesuaikan dengan keinginan ataupun kebutuhan pembeli agar pemasaran produk berhasil. Menurut Kotler (2005), “Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau pelayanan pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/tersirat”.Berdasarkan hasil uji t, setiap variabel independen atau secara persial terbukti memiliki pengaruh terhadap variabel dependenya. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji statistik t yang menunjukkan t hitunglebih besar dan juga diikuti dengan nilai signifikasi yang lebih kecil dari 0,05. Maka dari itu Ha diterima dan Hoditolak. Selain itu hasil dari pada uji t juga menunjukkan bahwa variabel merek (X1) mempunyai pengaruh yang lebih dominan terhadap Keputusan Pembelian (Y) dari pada variabel kualitas produk (X2). Hal tersebut didukung oleh hasil uji t yaitu 7,259 untuk Merek (X1) dan 3,708 untuk kualitas produk (X2).Dari perhitungan uji f, dapat diketahui bahwa Merek (X1) dan Kualitas Produk (X2) secara simultan (bersama-sama) tidak memiliki pengaruh terhadap Keputusan Pembelian (Y). Hasil f hitung lebih besar .yang didapat dari distribusi f dengan taraf signifikan sebesar 0,05 yaitu f hitung=352,961.Hasil dari pada perhitungan koefisien determinasi (r2) juga menunjukkan bahwa variabel Merek (X1) dan Kualitas Produk (X2) signifikan untuk mempengaruhi Keputusan Pembelian (Y) sebesar 93,8%. Sedangkan sisanya sebesar 6,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian kali ini seperti promosi, pelayanan, harga.

Metrics

  • 140 views
  • 8 downloads

Journal

Jurnal Terapan Manajemen dan Bisnis

Jurnal Terapan Manajemen dan Bisnis (JTMB; Applied Management and Business Journal) is an academi... see more