Upacara Tetaken: Diantara Tradisi dan Modernisasi

Robet Ajisanta
Conference paper Seminar Nasional Seni dan Desain 2017 • October 2017

Abstract

Globalisasi telah menimbulkan pertentangan antara nilai-nilai budaya lokal dan global menjadi semakin tinggi intensitasnya. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang semakin mempercepat proses Perubahan tersebut. Proses globalisasi juga berdampak kepada pola pikir masyarakat menilai suatu bentuk kebudayaan. Di Kabupaten Pacitan terdapat tradisi yang terpengaruh gejala globalisasi. Tetaken, tradisi budaya yang terdapat di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan yang dilaksanakan upacaranya setiap tahun oleh masyarakat sekitar, dan juga pemerintah berperan serta didalam pelaksanaannya. Sejak penyelenggaraan upacara adat Tetaken pada tahun 2015 kegiatan ini dimasukan dalam salah satu agenda yang ikut menyemarakkan wisata budaya di Pacitan dengan konsep baru dan nuansa lebih segar, kekinian, namun tetap memegang teguh nilai budaya Tetaken yang tersaji. Tetaken memang suatu kebudayaan yang lama hilang dan di munculkan lagi dengan kemasan yang baru. . Moderenisasi memang di butuhkan agar suatu tradisi tidak hilang oleh arus globalisasi.

Metrics

  • 6 views
  • 4 downloads

Conference

Seminar Nasional Seni dan Desain 2017

Seminar Nasional Seni dan Desain (SENDES) UNESA 2017 merupakan pertemuan/seminar ilmiah tentang b... see more